LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu yang memeriahkan tayangan sepak bola adalah celetukan komentator. Pada
Piala AFF 2022, celetukan yang sering muncul adalah “Nikmat mana lagi yang kau dustakan”.
Kalimat tersebut diucapkan Hadi Gunawan atau Bung Ahay manakala skuad timnas gagal mengeksekusi bola menjadi gol. Kalimat “Nikmat mana lagi yang kau dustakan” berasal dari ayat Al-Qur'an, yakni Surat Ar-Rahman ayat 13.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Terjemah :
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)? Dilansir Tafsir Kementerian Agama, setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia,
“Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?Baca juga: Makna Ayat Terakhir Surat Al Baqarah, Doa saat Hadapi Masalah Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah menuliskan, ayat di atas terulang dalam Surat Ar-Rahman sebanyak 31 kali. Penyebutan nikmat-nikmat, penyodoran pertanyaan semacam di atas, mengandung makna keagungan nikmat tersebut serta banyaknya manfaat yang diraih oleh penerimanya.
Tujuan pengulangan kalimat “nikmat mana lagi yang kamu dustakan” adalah untuk menggugah manusia agar lebih bersyukur. Pada sisi lain, terdapat kecaman bagi mereka yang kufur nikmat, sambil mengisyaratkan bahwa sikapnya itu telah melampaui batas.
Quraish Shihab menjelaskan, ulama menyatakan bahwa, sebanyak 31 ayat tersebut terbagi dalam empat kelompok uraian. Uraian pertama berkaitan dengan keajaiban ciptaan Allah yang terhampar di bumi dan langit serta penciptaan dan kebangkitan.
Ini diselingi dengan 8 kali pertanyaan
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ . Selanjutnya uraian kedua berkaitan dengan siksa neraka dan kengeriannya, ini diselingi dengan 7 kali pengulangan pertanyaan yang sama.
Uraian ketiga adalah menyangkut penghuni surga serta aneka kenikmatannya, ini diselingi dengan 8 kali ayat tersebut. Dan uraian keempat tentang dua surga yang tidak sama dengan surga yang disebut pada uraian ketiga dan ini pun diselilingi dengan 8 kali pengulangan ayat di atas.
Baca juga: Makna Surat Al-Insyirah: Ikhlas Terima Ujian, Mudah Dapat Jawaban Siapa yang mengakui dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang terhampar di bumi dan di langit itu, maka dia akan terhindar dari pintu-pintu neraka yang jumlahnya 7 — sejalan dengan penyebutan 7 kali ayat itu dalam uraian neraka.
Sekaligus dia akan dipersilahkan masuk melalui pintu-pintu surga yang berjumlah 8 buah, baik pada surga yang disebut pada uraian ketiga maupun uraian keempat sejalan dengan penyebutan ayat tersebut pada masing-masing uraian sebanyak 8 kali. Demikian kesan sementara ulama sebagaimana dikutip oleh Al-Jamal dalam Haasyiat-nya terhadap Tafsir Al-Jalalain.
(sof)