LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Keamanan (DK) PBB menegaskan perlunya mempertahankan status quo di Masjid
Al-Aqsa. Hal tersebut merespons kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa.
Usai kunjungan Itamar,
DK PBB melakukan pertemuan darurat di New York, Amerika Serikat (AS). Pertemuan tersebut dilakukan atas usulan desakan dari China dan Uni Emirat Arab (UEA) pascakunjungan Itamar.
Pejabat senior urusan politik PBB, Khaled Khiari mengatakan, kunjungan yang dilakukan Ben-Gvir merupakan kunjungan pertama oleh seorang menteri kabinet Israel sejak 2017 lalu. Adapun status quo sendiri hanya mengizinkan umat Islam untuk beribadah di kompleks tersebut.
Baca Juga: Fadli Zon: Tindakan Menteri Itamar Provokatif dan Intimidatif"Meskipun kunjungan itu tidak disertai atau diikuti dengan kekerasan, hal itu terlihat sangat menghasut mengingat advokasi Tuan Ben-Gvir di masa lalu untuk perubahan status quo," katanya dikutip dari
Aljazeera, Jumat (6/1/2023).
Sementara itu, Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mendesak DK PBB bertindak tegas terhadap
Israel. Dia menyebut bahwa kunjungan Ben-Gvir ke Masjid Al-Aqsa telah menerabas batas.
"DK PBB harus mengambil tindakan tegas atas langkah Israel menerabas batas.
Enough is enough," ujar Mansour.
Seperti diketahui, Ben-Gvir melakukan kunjungan ke Masjid Al-Aqsa dengan pengamanan ketat tentara zionis. Kunjungan tersebut menuai kecaman keras di seluruh dunia lantaran dinilai provokatif.
Baca Juga: UEA dan China Desak PBB Bahas Tindakan Provokatif Ben-GvirUEA dan China mendesak DK PBB untuk menggelar pertemuan guna membahas tindakan provokatif Ben-Gvir di Masjid Al-Aqsa Selasa (3/1/2023). Sejumlah diplomat negara-negara Arab juga menyampaikan kekhawatiran kunjungan singkat dengan pengawalan ketat pejabat Israel itu.
Bahkan, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel tersebut.
"Kami sangat prihatin dengan tindakan apa pun yang dilakukan secara sepihak yang berpotensi memperparah ketegangan, karena kami justru ingin melihat keadaan yang sebaliknya terjadi," ucap Price, dikutip dari
Anadolu Agency.
Baca Juga:
Indonesia Kutuk Kunjungan Menteri Israel ke Masjid Al-Aqsa
Membaca Motif Zionis di Balik Kunjungan Menteri Israel ke Al-Aqsa(gar)