Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home community detail berita

Pentingnya Persatuan Umat Sebagai Pondasi Perekonomian Bangsa

Andi Muhammad Ahad, 08 Januari 2023 - 12:00 WIB
Pentingnya Persatuan Umat Sebagai Pondasi Perekonomian Bangsa
Pentingnya Persatuan Umat Sebagai Pondasi Perekonomian Bangsa. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Buya Anwar Abbas menyampaikan, persatuan umat dan kepemimpinan kuat merupakan pondasi bagi perekonomian bangsa. Sebab kunci peningkatan ekonomi adalah kepemimpinan kuat yang bisa diterima oleh semua pihak.

Dia menilai, dengan begitu maka akan membentuk persatuan yang solid di kalangan masyarakat muslim Indonesia, sebab perekonomian di Tanah Air didomonasi oleh non-muslim.

"Kita umat Islam yang jumlahnya sekitar 86,6 persen atau kita bulatkan 90 persen. Presentasi kita di 10 orang terkaya hanya satu. Saudara-saudara kita yang tidak beragama Islam yang minoritas itu presentasi mereka sembilan," kata Buya Anwar dalam diskusi secara virtual yang diikuti Langit7.id bertajuk 'Refleksi Tahun 2023: Muhasabah dan Catatan MUI ke Depan', beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pentingnya mengendalikan ego pribadi guna mencapai persatuan dan kesatuan tersebut. Ego inilah yang harus dileburkan dalam kepentingan bersama yakni bangsa dan umat.

“Dalam banyak sajian data, ekonomi bangsa ini dikuasai bukan oleh orang pribumi bahkan umat Muslim sendiri. Nah ini yang selalu menjadi PR bersama sejak zaman penjajahan,” ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Optimis Indonesia Tak Masuk Negara Resesi di 2023

Buya menilai, kelemahan umat Islam dalam memimpin perekonomiam bangsa adalah karena tidak mampu menutup kelemahan satu sama lain. Titik lemah tersebut berada pada elite strategis pengusaha, maka itu para pengusaha tersebutlah yang mengendalikan perekonomian bangsa.

“Kalau berbicara ekonomi tak hanya tentang pertumbuhan saja, tapi juga pemerataannya. Seperti yang terjadi di Maluku Utara, peningkatan ekonomi sebesar 27 persen, tapi hanya berada di elit pengusaha bukan rakyat kecil,” ujar dia.

“Seharusnya dengan angka tersebut menjadikan Maluku Utara sebagai daerah yang tidak memiliki warga miskin. Tapi realitas menyuguhkan peningkatan hanya terjadi pada pemilik modal, sedangkan masyarakat hanya mendapat serpihannya,” imbuhnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)