Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 30 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Prof AM Saefuddin Ungkap Penyebab Zionis Maju dan Umat Islam Mundur

Muhajirin Kamis, 19 Januari 2023 - 13:17 WIB
Prof AM Saefuddin Ungkap Penyebab Zionis Maju dan Umat Islam Mundur
Prof A.M Saefuddin (foto: Mata Wartawan)
LANGIT7.ID, Jakarta - Penulis buku Integrasi Ilmu dan Islam, Prof A.M Saefuddin, membeberkan beberapa cara Zionis Yahudi mampu mengendalikan peradaban manusia saat ini. Mereka menguasai apa yang cenderung ditinggalkan oleh umat Islam, yakni ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Padahal, kata dia, ilmu merupakan nyawa seorang muslim dan tiangnya adalah iman. Jika umat Islam tidak berilmu, sama saja tidak bernyawa. Memang, umat Islam saat ini masih bernyawa, tapi tidak sempurna.

“Mengapa umat Islam mundur? Boleh jadi karena kurang berilmu. Islam itu terganggu, terhenti, stagnan oleh umat Islamnya sendiri, karena umat Islam meninggalkan nilai-nilai Islam, diganti dengan nilai-nilai baru yang boleh jadi tidak sesuai dengan syariat,” kata Prof A.M Saefuddin dalam peluncuran buku Integrasi Ilmu dan Islam di Universitas Al Azhar Indonesia, Selasa (17/1/2023).

Baca Juga: Peradaban Islam Pernah Berjaya, Inilah Penyebab Keruntuhannya

Maka itu, kualitas ilmu dan sumber daya manusia di kalangan umat Islam harus ditingkatkan. Itu karena pada masa mendatang boleh jadi sumber daya alam tidak lagi begitu penting. Jauh lebih penting adalah sumber daya manusia, sehingga setiap menyentuh sesuatu akan mendatangkan nilai tambah.

“Menyentuh satu kilogram besi bisa bernilai ribuan kali dari benda asalnya. Kualitas sumber daya manusia telah kita lihat, misalnya di Singapura, singapura boleh dikatakan tidak punya SDA, tapi pendapatan per kapitanya tertinggi di ASEAN,” ujar Mantan Menteri Pangan dan Hortikultura era Presiden Habibie itu.

Umat Islam saat ini masih pada taraf pemamah biak produksi Barat. Baik dari bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi. Hal ini harus dilihat secara cermat untuk menyelamatkan umat Islam dari kemunduran.

Terlebih, kata dia, bisnis paling maju saat ini adalah bisnis fitnah. Hal itu bisa dilihat dalam protokol sesepuh zionis Yahudi. Protokol pertama, menggalakkan secara masif fitnah di kalangan umat Islam dan di kalangan negara-negara muslim.

Baca Juga: UAS: Peradaban Islam Mundur karena Terpisahnya Sains dan Agama

Fitnah dikembangkan di kalangan sesama muslim, sehingga terjadi perang antara negara-negara muslim. “Di Indonesia sudah mulai ada lima lokalitas Yahudi. Perang sesama saudara muslim akan menghancurkan aset,” kata Mantan Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor itu.

Setelah protokol pertama berhasil, protokol kedua pun dijalankan yakni membangun danau-danau uang. Sekarang danau uang di dunia dimiliki Yahudi. Prof Saefuddin mencontohkan negara-negara Arab yang menginvestasikan kekayaan di bisnis-bisnis orang Yahudi.

“Mereka lebih senang berinvestasi di negara-negara yang diasuh orang Yahudi. Protokol yang kedua ini kemudian mengeruk segala sumber daya alam negara-negara Islam, termasuk produsen minyak, Arab Saudi. Arab Saudi dikuasai Amerika Serikat, dan Amerika Serikat dikuasai oleh Yahudi,” ujar Prof Saefuddin.

Dari protokol kedua lalu meningkat ke protokol ketiga, yakni penyebaran paham sekularisme. Sekularisme sudah ada di mana-mana. Ini dikembangkan Yahudi internasional. Paling efektif melalui kampus.

Baca Juga: Mahathir Mohamad: Kemunduran Umat Islam karena Jauh dari Al-Quran

“Mereka mengirim sumber-sumber informasi dari buku-buku yang diterbitkan oleh mereka, dikirim ke seluruh perpustakaan di seluruh dunia. Termasuk perpustakaan universitas Islam swasta. Dan perpustakaan merasa bangga kalau mendapatkan hadiah buku-buku tanpa disaring terlebih dahulu,” ungkap Prof Saefuddin.

Penyebaran sekularisme sangat efektif dilakukan di kampus-kampus, karena perguruan tinggi merupakan penghasil pemimpin suatu negara. Ini pula yang menjadi alasan Moh. Natsir menjadikan kampus sebagai elemen penting dalam berdakwah.

“Kampus adalah penghasil calon pemimpin. Kecil tapi kuat. Masalah kekuasaan, masalah power adalah siapa yang mengontrol IPTEK (sains dan teknologi). Barat sebagai produsen dan pengontrol sains dan teknologi,” ujar Prof Saefuddin.

Baca Juga: Apa Kerugian Dunia Akibat Kemunduran Umat Islam?

Tak sampai di situ, zionis Yahudi juga menguasai media-media secara internasional. Ini menjadi protokol keempat mereka. lalu-lintas informasi di dunia dikendalikan oleh mereka. Maka itu, sangat mudah bagi mereka mengubah opini global.

“Informasi di media adalah milik mereka semua. Makanya SDM di kampus Islam harus ditingkatkan. Jangan jangan hanya. Menguasai bahasa digital sangat penting,” ungkap Prof Saefuddin.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 30 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)