LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua DPR RI
Puan Maharani menilai negara-negara Muslim dinilai harus bisa mempromosikan kolaborasi dan solidaritas yang lebih besar. Hal tersebut demi kepentingan bersama guna menciptakan perdamaian dan kemakmuran di negara-negara Muslim dan di dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Puan saat menjadi pembicara di forum Parliamentary Union of the Organisation of Islamic Cooperation (OIC) atau Konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-17 yang digelar di Aljazair.
Baca Juga: Bertemu Ketua Parlemen Aljazair, Puan Ajak Promosikan Islam yang Damai"Saat dunia dihadapkan pada tantangan yang kompleks dan multidimensi, negara-negara Muslim harus menjadi yang terdepan dalam memajukan kerja sama global. Kita harus menentang kekerasan dan perang sebagai solusi perselisihan politik," kata Puan dalam keterangannya, dikutip Rabu (1/2/2023).
Negara-negara Muslim, lanjut Puan, perlu meningkatkan kerja sama di tengah berbagai tantangan global yang ada saat ini. Bukan malah terlibat persaingan kekuatan-kekuatan besar.
Menurut Puan, negara-negara Muslim harus berkontribusi untuk memperluas kemitraan global yang dapat membuka jalan untuk membangun kepercayaan antar negara.
Baca Juga: Legislator: Perlu Kehati-hatian Respons Kasus Pembakaran Al-Qur'an"Dan sangat penting untuk berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kita harus meningkatkan kualitas pendidikan di negara-negara Muslim," ujar Puan.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti situasi umat Islam yang kerap tertindas di belahan dunia lain. Puan mengaku menyesalkan adanya perpecahan yang berkepanjangan di antara negara-negara Muslim.
"Situasi ini membawa negara-negara muslim ke dalam kemunduran modernisasi dan pembangunan yang lebih dalam. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita menanggapi tantangan negara-negara Muslim saat ini," ucap Puan.
Baca Juga:
Justin Trudeau: Islamofobia Tidak Punya Tempat di Kanada
Mengenang Kebakaran di Islamic Center Victoria, Pusat Islamofobia di Amerika(gar)