LANGIT7.ID, Jakarta -
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertekad mendapatkan kembali kursi di DPRD Sragen pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang. Partai berlambang Ka'bah itu terakhir kali meraih satu kursi DPRD Sragen pada Pileg 2014, namun hilang saat Pemilu 2019.
Sejumlah upaya dan langkah diupayakan guna mendapatkan suara yang cukup. Salah satunya merangkul warga
Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok perempuan.
Ketua DPC PPP Sragen Nurlia Yusniar menyampaikan, saat ini pihaknya mengikuti sikap DPP PPP terkait sistem proporsional terbuka atau tertutup yang masih belum diputuskan MK. Namun, kondisi penuh ketidakpastian tersebut berpengaruh pada penjaringan Caleg.
Baca Juga: Balada Pemilu 2024, Elite Bertengkar tapi Minim Politik Gagasan"Sistem proporsional terbuka atau tertutup punya pengaruh bagi kami, persiapan bakal Caleg dari PPP. Apalagi dengan belum adanya kursi DPRD Sragen. Soal sikap, kami mengikuti instruksi dari atas apapun keputusan MK," kata Nurlia dikutip dari keterangan resmi PPP, Kamis (2/2/2023).
Terkait persiapan di Pileg 2024, Nurlia mengatakan pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan warga NU, pengurus Muslimat dan Fatayat serta kepengurusan pesantren.
"Alhamdulillah kami sudah banyak menjaring, Insya Allah semuanya mulai bergerak. Harapannya kursi yang pernah hilang bisa diperoleh kembali," ungkapnya.
Baca Juga: LP3ES: Pemilu Indonesia Seperti Ritual Pacuan KudaSelain itu, PPP juga menggerakkan kaum hawa melalui wadah Wanita Persatuan Pembangunan (WPP). "Kita berharap peran WPP berperan penting sebagai garda pelapis dari PAC yang kuat membentuk jaringan untuk membidik suara perempuan untuk bisa kembali eksis di DPRD Sragen," ucap Nurlia.
Meski PPP partai nonparlemen di Sragen, Nurlia menyebut tiga dari enam Daerah pemilihan (Dapil) sudah beres. Sehingga kurang tiga dapil lagi untuk melengkapi caleg yang akan disiapkan.
"Dapil potensial yang sudah tertata yakni di Dapil II, Dapil V dan Dapil VI. Sebentar lagi akan kami munculkan caleg potensial dari dapil IV, menyusul kemudian yang lainnya," tuturnya.
Baca Juga:
Prabowo Bertemu Gibran dan Bobby Nasution, Gerindra Sanggah Manuver Politik
Peneliti BRIN: Soekarwo dan Ridwan Kamil Gabung Golkar karena Airlangga(gar)