LANGIT7.ID - -
Sidratul Muntaha adalah tempat terakhir Rasulullah dalam perjalanan
Isra Mi’raj. Sidratul Muntaha menurut ulama berada di langit ketujuh.
Al-Qur'an mengungkapkan bahwa di dekat Sidratul Muntaha terdapat surga. Di Sidratul Muntaha pulalah
Rasulullah melihat
Malaikat Jibril dalam wujud aslinya yang memilki 600 sayap.
Baca juga: Menag: Isra Mi'raj Tonggak Lahirnya Ibadah Salat Lima WaktuFirman Allah dalam Surat An-Najm ayat 13-17:
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Terjemah : Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain,
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
Terjemah : (yaitu ketika) di Sidratulmuntaha.
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
Terjemah : Di dekatnya ada surga tempat tinggal.
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
Terjemah : (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya.
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
Terjemah : Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya).
Baca juga: Isra Miraj Momen Tingkatkan Etos Iman, Ilmu, dan Amal ShalihTafsir Tahlili Kementerian Agama menjelaskan bahwa Sidratul Muntaha adalah suatu tempat yang merupakan batas alam yang dapat diketahui oleh para malaikat.
Setiap Mukmin wajib mempercayai bahwa Sidratul Muntaha itu sebagaimana yang telah diterangkan oleh Allah dalam ayat-Nya.
Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir mengenai ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Sidratul Muntaha diserupakan dengan as-Sidrah, yang artinya adalah pohon nabk.
Diserupakan dengan pohon karena menjadi tempat berkumpul dan bisa berteduh di bawahnya.
Di dekat Sidratul Muntaha terdapat surga al-Ma'wa. Surga ini merupakan tempat tinggal arwah orang-orang Mukmin yang bertakwa.
Baca juga: 7 Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Saat Rasulullah Menembus Langit ke-7Dalam riwayat Muslim lainnya dari Anas r.a. disebutkan, Rasulullah bersabda, “Tatkala aku dibawa naik ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh, buahnya seperti guci Hajar dan daunnya seperti telinga gajah."
Tirmidzi meriwayatkan dari Asma' binti Abu Bakar r.a., ia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda ketika ditanyakan kepada beliau tentang Sidratul Muntaha,
"Orang yang naik kendaraan berjalan di bawah satu dahan dari pohon Sidratul Muntaha selama seratus tahun, atau satu dahannya bisa digunakan berteduh oleh seratus orang yang naik kendaraan (perawi ragu). Di Sidratul Muntaha terdapat faraasy (ngengat, kupu-kupu kecil yang biasa berkeliaran di sekitar lampu) emas. Buah Sidratul Muntaha laksana guci."
Syekh Wahbah menguraikan, Sidratul Muntaha diliputi oleh makhluk-makhluk yang tiada bisa digambarkan, dijelaskan, dan dihitung. Hal ini menunjukkan keagungan dan kebesaran Allah SWT.
Menurut pendapat jumhur ulama, benttuk ungkapan ayat ini memberikan kesan dan nuansa bahwa apa yang melingkupi Sidratul Muntaha adalah luar biasa dan banyak sekali.
Baca juga: Isra Miraj Mengandung Hikmah Luasnya Ilmu AllahSidratul Muntaha merupakan batas uiung pengetahuan para nabi sehingga pengetahuan mereka hanya mentok sampai di sana. Para Nabi sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang ada di balik Sidratul Muntaha, sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah bin Abbas r.a..
(est)