Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

UAH: Ramadan Bukti Keunggulan Umat Nabi Muhammad dari Umat Sebelumnya

Muhajirin Kamis, 23 Februari 2023 - 05:00 WIB
UAH: Ramadan Bukti Keunggulan Umat Nabi Muhammad dari Umat Sebelumnya
Ustaz Adi Hidayat (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan, puasa Ramadhan merupakan ibadah yang membuktikan keunggulan umat Nabi Muhammad SAW dari umat-umat sebelumnya.

Dalil tentang puasa Ramadhan turun saat Rasulullah sudah hijrah ke Madinah. Kala itu, Rasulullah mendapati umat Yahudi berpuasa pada 10 Muharram atau disebut dengan Puasa Asyura.

“Saat sampai di Madinah, umat Islam melihat orang-orang Yahudi puasa pada hari ke-10 bulan Muharram. Mereka mengenal puasa itu dengan puasa Asyura,” kata UAH saat menyampaikan kajian di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, dikutip Rabu (22/2/2023).

Baca Juga: Hukum Pilih-pilih Masjid untuk Salat Berjamaah

Saat merespons puasa orang Yahudi itu, Rasulullah lalu menegaskan bahwa beliau berhak menghormati Nabi Musa daripada orang Yahudi karena beliau diutus sebagai nabi terakhir. Para nabi yang diutus sebelum beliaupun telah mengabarkan tentang kedatangan nabi terakhir yang akan menyempurnakan syariat Islam.

“Apa respons Rasulullah? ‘Aku lebih berhak dibandingkan dengan umatnya Musa atau Yahudi pada saat itu’. Maksudnya, para nabi akan saling menguatkan dengan yang lain, karena warisan yang diberikan,” ujar UAH.

Puasa Asyura yang juga dikenal sebagai salah satu puasa sunah merupakan respons penghormatan Rasulullah kepada Nabi Musa. Selain itu, puasa Asyura merupakan jembatan kepada umat Yahudi agar mau memeluk Islam.

Baca Juga: Mengenal Buraq, Kendaraan Rasulullah SAW dalam Peristiwa Isra Mi'raj

“Maka itu, Nabi Muhammad SAW untuk menghormati Nabi Musa dan memberikan jembatan ta’aruf kepada Yahudi untuk mengembalikan mereka kepada syariatnya, maka ketika puasalah Rasulullah dan sahabat,’ ungkap UAH.

Meski begitu, orang-orang Yahudi ternyata mengolok-olok Rasulullah dan para sahabat. Orang Yahudi menyebarkan hoaks, umat Islam hanya mengikuti ibadah mereka. Tidak hanya puasa, bahkan kiblat pun masih menghadap Masjid Al Aqsa.

Olok-olokan itu pun dijawab oleh Allah dengan perintah berkiblat ke Ka’bah di Masjid Haram. Selain itu, Allah menurunkan syariat puasa Ramadan yang mengunguli puasa umat-jumat terdahulu.

Baca Juga: Hikmah Pagi: Umat yang Dirindukan Rasulullah SAW

“Mengapa kita puasa? Ayat yang memerintahkan ibadah puasa termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183-187. Kisah dimulai dari Yatsrib (Madinah). Setelah menunaikan tugas di Mekkah menyampaikan pokok-pokok tauhid dan bab Salat, Rasulullah diperintahkan untuk berpuasa,” ucap UAH.

Kesempurnaan Ibadah puasa Ramadhan termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Pada ayat-ayat setelahnya dijelaskan tentang esensi puasa dan alasan umat Islam berpuasa.

“Saat melakukan puasa, Rasulullah dan para sahabat diolok-olok karena dianggap mengikuti puasa orang Yahudi. Maka Rasulullah berdoa agar diberikan syariat puasa yang mengungguli puasa umat-umat sebelumnya, maka turunlah Surah Al-Baqarah ayat 183-187,” ungkap UAH.

Baca Juga: Dahsyatnya Pahala Penuntut Ilmu, Setiap Langkah Dihitung Kebaikan

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al-Baqarah: 183)

Selain itu, puasa bagi umat Islam bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa mengantar seorang hamba untuk semakin dekat kepada Allah. Ramadan tempat umat Islam membersihkan jiwa dari segala kotoran maksiat. Makanya, Ramadhan ditutup dengan Idul Fitri sebagai tanda perayaan atas kesucian jiwa setiap muslim yang berpuasa.

“Puasa tidak sekadar menahan haus, lapar, dan hawa nafsu menunggu buka. Hari pertama, agenda ibadah yang mau dilakukan. Dari sekarang disiapkan mulai dari agenda sosial,” ucap UAH.

Baca Juga: Bukti Allah Maha Pengampun: Digugurkannya Dosa Ketika Tobat Meski Baru Niat

Maka itu, umat Islam harus mempersiapkan segala hal dalam menyambut puasa Ramadhan. Persiapan diisyaratkan dengan waktu turunnya ayat tentang perintah puasa. Surah Al-Baqarah ayat 183 turun pada bulan Sya’ban.

“Saat sebelum Ramadhan, Nabi SAW mengajarkan pada umatnya kurikulum terbaik untuk menyonsong Ramadan. Ayat tentang puasa turun pada bulan Sya’ban. Jadi, ada persiapan satu bulan sebelum Ramadhan untuk menyiapkan diri, saking pentingnya Ramadhan. Siap-siap dulu sebelumnya, supaya bisa menerima dengan lapang,” tutur UAH.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)