LANGIT7.ID - , Jakarta -
Ustadz Fahmi Salim mengingatkan agar para orangtua muslim berhati-hati dalam memperoleh harta dan
mendidik anak. Salah-salah, harta dan anak bisa menjadi bahan bakar untuknya di neraka.
Harta dan anak merupakan karunia Allah yang harus disyukuri. Cara mensyukuri nikmat Allah berupa harta dan anak adalah dengan mendidik dan menempatkan mereka di jalan Allah.
Baca juga: Ustaz Fahmi Salim: Pegunungan Makkah Menghijau Bukan Berarti Pertanda KiamatDai founder Al-Fahmu Institute ini menjelaskan bahwa anak memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam, sebagaimana istimewanya seorang manusia yang beriman kepada Allah. Keistimewaan anak seringkali pula disandingan dengan harta dalam
Al-Qur'an.
“Ada 22 ayat yang menyandingkan harta dan anak. Karena itu cara kita mendapatkan harta dan anak harus benar, cara mendidik, menempatkan harta dan anak harus benar,” katanya dalam kuliah subuh, Jumat (3/3/2023).
Firman Allah dalam surat Al Kahf ayat 46:
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
Terjemah : Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya)adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Baca juga: Menjaga Fitrah Tauhid, Cara Manusia Tetap dalam Ahsanu TaqwimUstadz Fahmi menerangkan, berbangga-bangga menggunakan harta dan anak memang kecenderungan manusia sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 20:
وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ
Artinya: ...dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan... .
Pada era jahiliyah Arab, orang musyrik memandang anak sebagai aset. Mereka memandang anak sebagai penerus nasab dan kejayaan orangtuanya.
Namun demikian, harta dan anak bagi orang kafir tidak akan berguna sedikit pun di akhirat kelak. Harta dan anak tidak bisa melindungi mereka dari azab Allah.
“Bahkan mereka bisa menjadi bahan bakar api neraka. Jadi orang tua masuk neraka, dia kafir, nanti dibakar di dalam api neraka, bahan bakarnya harta dan anaknya yang kafir,” kata Ustadz Fahmi.
Baca juga: Ustadz Fahmi Salim: Masjid Sebaiknya Dikelola DKM BerpendidikanFirman Allah dalam surat Ali Imran ayat 10:
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ وَقُوْدُ النَّارِۗ
Terjemahan: Sesungguhnya orang-orang yang kafir, bagi mereka tidak akan berguna sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka terhadap (azab) Allah. Dan mereka itu (menjadi) bahan bakar api neraka.
Dalam surat At Taghabun ayat 15, Allah menyatakan bahwa harta dan anak adalah fitnah. Tidak sedikit orang, karena cintanya yang berlebihan kepada harta dan anaknya, berani berbuat yang bukan-bukan dan melanggar ketentuan agama.
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.
“Makanya kita sebagai muslim dalam persoalan harta dan anak dipandu oleh Allah. Mengelola harta harus benar sebagaimana mencari harta dunia harus benar,” kata Ustadz Fahmi.
Baca juga: UFS: Pentingnya Toleransi Sesama Muslim Jaga Ukhuwah Islamiyah(est)