LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak ilmuwan telah mengakui kehebatan
Al Qur’an. Misalnya dalam susunan kata, ayat, dan juz. Secara alami, elemen semacam itu menyampaikan makna.
Tetapi orang tidak akan berharap tata letak dan pengaturan itu akan bermakna. Manusia modern telah sepakat ada 12 bulan atau 365 hari dalam setahun. Kata 'bulan' (shahr dalam bahasa Arab) muncul di dalam Al Qur'an tepat 12 kali. Kata 'hari' (yawm dalam bahasa Arab) muncul di dalam Al Qur'an tepat 365 kali.
Penempatan ayat sampai tokoh sejarah dalam Al Qur’an juga mengandung makna mendalam. Misalnya, tentang dalam Surat Ali Imran ayat 59 menjelaskan tentang Nabi Isa AS seperti Nabi Adam AS di hadapan Allah.
Baca Juga: 6 Cara Tetap Istiqamah Beribadah dan Beramal Baik Berdasarkan Al QuranTak sampai di situ, Al Qur’an punya cara tersendiri dalam menunjukkan kesamaan Nabi Adam AS dan Nabi Isa AS. Nama Nabi Isa dan Nabi Adam muncul dalam Al Qur'an sebanyak 25 kali, bahkan kedua nama itu tersebar di seluruh Al Qur’an.
“Jarang terjadi di bab yang sama. Bagi seorang penulis untuk mencatat berapa kali kata-kata ini ada di dalam buku tidaklah mudah,” kata Presiden
Islamic Information and Dawah Centre International in Toronto, Dr. Shabir Ally, dikutip laman About Islam, Sabtu (4/3/2023).
Pada 1938, seorang sarjana Mesir Fuad Abdul Baqi menyiapkan sebuah konkordansi yang mencantumkan semua kata dalam Al Qur'an dan lokasinya. Dapat dilihat sekilas bahwa nama Adam dan Isa jarang muncul berdekatan satu sama lain, namun mereka muncul masing-masing 25 kali.
Baca Juga: Lima Prinsip Berdagang Sesuai Al Quran dan HaditsDemikian pula dapat dilihat kata untuk laki-laki dan perempuan dalam bentuk tunggal muncul masing-masing 24 kali. Demikian juga kata Setan dan Malaikat muncul masing-masing sebanyak 68 kali. Kata untuk kehidupan ini (dunia) dan kehidupan akhirat (akhira) masing-masing muncul 115 kali.
Sulit untuk menghindari kesimpulan bahwa semua keterikatan dan keterkaitan itu direncanakan oleh manusia. Namun, ini tidak pernah menjadi rencana manusia mana pun. Oleh karena itu, Al Qur’an adalam wahyu dari Allah.
Sebagai contoh terakhir, pertimbangkan fakta bahwa kata untuk tanah kering (
barr, yabis) muncul sebanyak 13 kali dalam Al Qur’an dan kata untuk laut (
bahr) muncul 32 kali. Ternyata, 13:32 adalah perkiraan rasio daratan terhadap air di permukaan bumi kita karena ada sekitar 28% daratan dan 72% air.
Baca Juga: 7 Ayat Al Quran yang Bangkitkan Semangat Kerja untuk Capai SuksesBerdasarkan bukti yang disajikan di sini, dapat disimpulkan Al Qur’an adalah keajaiban yang abadi. Itu bukan peninggalan masa lalu, tetapi panduan untuk masa depan.
Sementara penemuan-penemuan modern telah meragukan banyak kitab suci kuno lain. Penemuan-penemuan serupa menunjukkan bahwa beberapa pernyataan Al Qur'an mengandung pengetahuan yang pasti berasal dari Tuhan.
Susunan numerik unsur-unsur Al Qur’an unik. Banyak upaya telah dilakukan untuk membuktikan fenomena matematika serupa di buku lain, tetapi hanya dalam kasus Al Qur'an hal ini berhasil dibuktikan.
“Tapi, Al Qur'an bukan tentang sains atau matematika. Pesannya adalah tentang Anda dan saya; tentang dari mana kita berasal dan kemana tujuan kita. Al Qur'an memberi tahu kita dari mana kita berasal, ke mana kita menuju, dan bagaimana menuju ke tempat yang benar dengan melayani Tuhan dan ciptaan Tuhan,” ucap Dr. Shabir.
(jqf)