LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam membimbing umatnya dalam setiap aspek kehidupan, termasuk urusan berniaga. Dalam menjalankan bisnis, Islam mengajarkan untuk menerapkan perilaku adil dan etis.
Prinsip ini tak hanya umat Islam tetapi juga semua manusia yang ingin menjalankan bisnis berlandaskan moral.
Ada lima
prinsip berdagang dalam Islam untuk membuat bisnis lancar dan sukses.
Baca juga: 5 Strategi Bisnis Rasulullah SAW: Ada Toleransi dan Beri Kemudahan
1. Menjual barang halal
Saat ingin mulai berdagang, pastikan Sahabat menjual
barang-barang yang dihalalkan dalam Islam. Hindari menawarkan barang seperti alkohol, daging babi, materi yang tidak senonoh, hingga pinjaman dengan bunga.
Islam mengajarkan umatnya untuk berbuat jujur dan berperilaku lurus dalam segala urusan, tak terkecuali berdagang atau berbisnis.
2. Jujur
Islam bukan hanya membimbing umat Muslim akan barang yang pantas dijual, tapi juga menekankan untuk
berperilaku jujur dalam urusan bisnis.
Allah Ta'ala memerintahkan manusia untuk berlaku jujur, seperti disebutkan dalam Al Quran salah satunya surat At Taubah ayat 119.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS. At Taubah: 119).
Kemudian dalam surat Muhammad ayat 21, yang berbunyi
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ
“Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka” (QS. Muhammad: 21)
Dalam salah satu hadist, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat nanti sebagai orang-orang fajir (jahat) kecuali pedagang yang bertakwa pada Allah, berbuat baik dan berlaku jujur” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih dilihat dari jalur lain).
Dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran dalam berdagang, menumbuhkan kepercayaan pada konsumen. Sehingga hubungan antara penjual dan pembeli semakin kuat.
Baca juga: Live Streaming Sales Boleh Dilakukan Asal Semua Jelas
3. Berlaku lembut pada karyawan
Perlakuan yang lembut dapat menciptakan ikatan kuat antara pemilik bisnis dan karyawannya. Islam mengajarkan umatnya untuk memberi perlakuan yang baik dan melakukan pembayaran tepat waktu pada para karyawan.
Rasulullah bersabda,
ﺃَﻋْﻄُﻮﺍ ﺍﻷَﺟِﻴﺮَ ﺃَﺟْﺮَﻩُ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﺠِﻒَّ ﻋَﺮَﻗُﻪُ
“Berikan-lah kepada buruh/pekerja upahnya sebelum keringatnya kering” (HR. Ibnu Majah, shahih).
Al Quran juga menjelaskan untuk pemenuhan janji dalam
surat Al Maidah ayat 1.
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَوۡفُوۡا بِالۡعُقُوۡدِ ؕ اُحِلَّتۡ لَـكُمۡ بَهِيۡمَةُ الۡاَنۡعَامِ اِلَّا مَا يُتۡلٰى عَلَيۡكُمۡ غَيۡرَ مُحِلِّى الصَّيۡدِ وَاَنۡـتُمۡ حُرُمٌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَحۡكُمُ مَا يُرِيۡدُ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.
Ayat di atas menyoroti pentingnya memenuhi komitmen di setiap tahap bisnis atau kehidupan.
Menunda hak karyawan menjadi hal yang dimusuhi Allah SWT, seperti disebutkan dalam sebuah hadits qudsi riwayat Abu Hurairah, Allah berfirman,
ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﺃَﻧَﺎ ﺧَﺼْﻤُﻬُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ : ﺭَﺟُﻞٌ ﺃَﻋْﻄَﻰ ﺑِﻲ ﺛُﻢَّ ﻏَﺪَﺭَ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺑَﺎﻉَ ﺣُﺮًّﺍ ﻓَﺄَﻛَﻞَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺍﺳْﺘَﺄْﺟَﺮَ ﺃَﺟِﻴﺮًﺍ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮْﻓَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻌْﻂِ ﺃَﺟْﺮَﻩُ
“Tiga orang, saya yang akan menjadi musuhnya pada hari kiamat: Orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji, Orang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut, dan Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan” (HR. Bukhari 2227).
Baca juga: Bayar Tunai hingga Cari Berkah, Begini Cara Dagang Sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf
4. Tidak ada unsur penipuan atau curang
Prinsip Islam menekankan untuk tidak terlibat dalam penipuan atau perilaku curang. Dinyatakan dalam Al Quran untuk menghargai rekanan dan menjunjung tinggi integritas mereka.
Prinsip ini mencerminkan perilaku jujur dalam setiap transaksi dan menghormati orang yang terlibat dalam hubungan perdagangan.
Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا، وَالْمَكْرُ وَالْخِدَاعُ فِي النَّارِ
“Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1058).
Hadits lain menyatakan,
Nabi (saw) melewati tumpukan makanan di pasar. Dia memasukkan tangannya ke dalamnya dan merasakan kelembapan, meski permukaannya kering. Dia berkata: “Wahai pemilik makanan, apakah ini?” Pria itu berkata, “Itu rusak oleh hujan, wahai Rasulullah.” Dia berkata, “Mengapa kamu tidak menaruh makanan yang rusak karena hujan di atasnya sehingga orang bisa melihatnya! Siapa pun yang menipu kami bukanlah salah satu dari kami.” (Sahih Muslim).
Baca juga: Pebisnis Islam Harus Paham Prinsip Dagang Sukses ala Rasulullah SAW
5. Rutin bersedekah
Dalam ekonomi Islam sedekah merupakan salah satu cara untuk mensejahterakan rakyat. Al Quran dan hadits banyak menjelaskan tentang keutamaan bersedekah.
Seperti firman Allah SWT dalam surat As Saba ayat 39 yang menegaskan akan mengganti harta orang-orang yang berinfak di jalan Allah.
مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”
Sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan keutamaan bersedekah yang dapat menghindarkan dari bala, melipatgandakan rezeki hingga dijauhkan dari penyakit.
Sedekah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, bukan terpatok dari finansial. Pebisnis atau pelaku usaha dapat bersedekah dengan komitmen terhadap perubahan iklim dan meminimalisir pemborosan.
Artinya pedagang bisa mengadopsi model ekonomi tanpa limbah untuk tujuan berkelanjutan.
(est)