LANGIT7.ID - , Jakarta -
Angka 7 memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Salah satu
keistimewaannya adalah bahwa tujuh merupakan angka yang paling sering disebutkan dalam Al-Quran.
Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan angka 7, seperti jumlah langit dan bumi yang diciptakan dalam 7 hari, jumlah ayat dalam
surat Al-Fatihah yang juga 7. Rasulullah juga pernah menggunakan angka 7 dalam mendaftar sejumlah amal baik.
Baca juga: 7 Tugas Unik Damkar: Bantu Lepas Sandal hingga Mandikan Anak PAUDNabi
shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tujuh perkara yang akan tetap mengalir pahalanya, meskipun seorang hamba sudah berada di dalam kubur setelah kematian menjemputnya.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
سبعٌ يجري للعبد أجرهن وهو في قبره بعد موته : من علَّم عِلْماً ، أو أجرى نهراً ، أو حَفَر بئراً ، أو غرس نخلاً أو بنى مسجداً ، أو ورَّث مصحفاً ، أو ترك ولداً يستغفر له بعد موته
“Ada tujuh amalan yang akan mengalir pahalanya bagi seorang hamba, meskipun ia berbaring di lubang kuburan setelah meninggal: (1) mengajarkan ilmu, (2) mengalirkan air sungai, (3) membuat sumur, (4) menanam kurma, (5) membangun masjid, (6) membagikan mushaf Al-Qur’an, atau (7) meninggalkan anak yang akan memintakan ampun baginya setelah ia meninggal. “ (HR. Al-Bazzar. Dinilai hasan oleh Al-Albani).
Baca juga: 7 Cara Sederhana Menghafal Al-Qur'an, Salah Satunya Rutin MurajaahAngka 7 juga memiliki makna penting dalam ritual ibadah seperti haji. Saat melakukan ritual haji, para jamaah harus berkeliling Kakbah sebanyak 7 kali searah jarum jam. Tindakan ini dipercayai membawa keberkahan dan kesucian bagi para jamaah.
Dilansir NU Online, angka 7 bisa disebut sebagai bilangan istimewa, di antara alasannya adalah karena sejumlah ayat Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan angka 7.
Keistimewaan ini kemudian mendorong Syekh Abi Nashr Muhammad bin Abdur Rahman al-Hamdani menulis kitab “As-Sab’iyyat fi Mawa’idh al-Bariyyat” (Nasihat Tujuh kepada Makhluk Bumi).
Kitab ini tersusun menjadi tujuh bab yang menjelaskan sejumlah peristiwa penting dan terjadi dalam 7 hari (Sabtu sampai Jumat) untuk kemudian diambil hikmah dan pelajarannya.
Sesuai jumlahnya, Syekh al-Hamdani mengungkap misteri dan keistimewaan angka 7 dengan menyampaikan 7 alasan yang dikuatkan dengan dalil naqli dan aqli.
Baca juga: 7 Tips Minum Kopi Lebih Sehat, Jangan Pakai Gula(est)