Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 07 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Muhammadiyah Bikin Pondok Jadi Universitas, NU Bikin Universitas Jadi Pondok

Muhajirin Selasa, 07 Maret 2023 - 09:39 WIB
Muhammadiyah Bikin Pondok Jadi Universitas, NU Bikin Universitas Jadi Pondok
Kampus besutan Muhammadiyah (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sama-sama memiliki kegagalan. Muhammadiyah sering gagal saat ingin mendirikan pondok pesantren. Sementara, NU sering gagal saat hendak mendirikan universitas.

“Hal ini menjadi kesadaran bersama antara NU dengan Muhammadiyah, sehingga NU menghasilkan intelektual, Muhammadiyah menghasilkan ulama. NU berbondong-bondong membangun universitas, Muhammadiyah berbondong-bondong membangun pondok pesantren,” kata Tafsir, dikutip laman Muhammadiyah, Selasa (7/3/2023).

Tafsir menjelaskan, jika Muhammadiyah mendirikan pesantren seringkali gagal, sementara NU yang bercita-cita mendirikan universitas malah seringkali menjadi pondok pesantren.

Baca Juga: Tradisi Keilmuan dalam Persahabatan Pendiri Muhammadiyah dan NU

“Nampaknya keduanya masih bareng, NU mendirikan universitas ujung-ujungnya menjadi pondok. Muhammadiyah mendirikan pondok ujung-ujungnya jadi kos-kosan, kenapa jadi kos-kosan? Karena tidak ada pengasuh pesantrennya,” kata Tafsir.

Oleh karena itu, Tafsir mendorong pengurus PWM Jateng periode 2022-2027 untuk memproduksi semakin banyak pengasuh pondok pesantren yang alim dan tafaqquh fiddin. Pengasuh pesantren yang memiliki kemampuan ilmu alat yang memadai.

Tafsir meminta pengelola pondok pesantren Muhammadiyah agar tidak menjadikan semua pesantren sebagai rumah tahfidz. Pondok pesantren Muhammadiyah harus ada yang menjadi rumah ilmu alat nahwu-sharaf.

Baca Juga: Wapres Sebut Kiai Ali Yafie sebagai Guru dan Seniornya di NU dan MUI

“Ada ungkapan ilmu sharaf adalah induknya semua ilmu, dan nahwu adalah bapaknya ilmu. Pertanyaannya, siapa warga Muhammadiyah yang menekuni ilmu nahwu dan sharaf? Kalau ilmu nahwu dan sharaf tidak ada yang menekuni, bagaimana kitab kuning mau dibaca,” ungkap Tafsir.

Dia menegaskan, euforia mendirikan pondok pesantren supaya tidak semua dijadikan rumah tahfidz. Hal itu diharapkan agar bisa menghasilkan kader-kader tafaqquh fiddin. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di wilayah-wilayah maupun daerah.

Pengembangan PUTM di wilayah sebagai usaha Muhammadiyah untuk menghasilkan pengasuh pondok pesantren yang memiliki visi dan misi, sekaligus memiliki pandangan ke-muhammadiyah-an yang kuat.

Baca Juga: Kemenag Dukung Rencana Pembangunan PTNU di IKN Nusantara

“Tidak sedikit pengasuh pondok pesantren Muhammadiyah merupakan alumni atau lulusan dari luar Muhammadiyah. Kenyataan tersebut menjadikan pondok pesantren Muhammadiyah memiliki banyak varian,” kata Tafsir.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 07 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)