LANGIT7.ID, Jakarta - Founder Rumah Keluarga Risman, Bunda Elly Risman, memberikan tips bagi orang tua yang hendak mengajari anak mereka berpuasa
Ramadhan. Urutan pendidikan itu didasari pada Surah Al-Baqarah ayat 183.
Dalam ayat tersebut, Allah membuka seruan dengan memanggil orang-orang beriman. Syariat puasa hanya ditujukan kepada orang beriman saja untuk mencapai derajat takwa. Artinya, langkah pertama yang harus dilakukan orang tua adalah memperkenalkan Allah kepada anak.
Memperkenalkan Allah kepada anak tentu dengan cara-cara sederhana. Bisa memperkenalkan saat anak bermain, melalui kisah-kisah, atau bahkan bernyanyi. Pengenalan sederhana itu akan membekas di ingatan anak, sehingga tumbuh keyakinan akan dzat Allah yang Maha Kuasa.
Baca Juga: Pemerintah Qatar Tetapkan Waktu Kerja Cuma 5 Jam Selama RamadhanKedua, orang tua harus memahami bahwa anak adalah amanah. Artinya, anak bukan milik orang tua, melainkan nikmat yang dititipkan Allah kepada orang tua. Oleh karena itu, orang tua berkewajiban mendidik anak agar tumbuh menjadi orang beriman dan beramal saleh.
“Anak adalah amanah. Anak bukan milik kita karena lahir dari badan kita, kadang kita merasa anak milik kita. Anak adalah kenikmatan dunia, dan juga kenikmatan akhirat. Bagaimana caranya mendapatkan dua kenikmatan ini. satu di antaranya adalah berpuasa,” ujar Bunda Elly dalam webinar, Senin (20/3/2023).
Orang tua harus berupaya agar anak bukan hanya menjadi kenikmatan di dunia saja, tetapi harus dididik agar bisa menjadi kenikmatan akhirat. Ini merupakan prinsip dasar dan anak menjadi kenikmatan akhirat jika tumbuh menjadi orang beriman dan gemar beramal saleh.
Baca Juga: Manfaat Puasa Bagi Kesehatan, Bersihkan Tubuh dari Zat Berbahaya“Bagaimana kita mendidik anak kita, supaya dia tidak hanya menjadi kenikmatan di dunia saja, tetapi juga kenikmatan di akhirat. Jadi, ini prinsip dasarnya,” tutur Bunda Elly.
Salah satu momen terbaik pendidikan itu adalah saat Ramadhan. Anak bisa diajari berpuasa. Mulai dengan cara sederhana saja. Memang tidak mudah karena anak memiliki kebiasaan makan dan minum. Apalagi, setelah pandemi Covid-19, anak semakin dekat dengan gawai.
“Karena umur orang tua tidak menentu, maka kita harus mendidik tentang apa yang menjadikan kewajiban. Pertama, ketakwaan kepada Allah, shalatnya, ibadah lainnya termasuk puasa,” tutur Bunda Elly.
Baca Juga: Euforia Sambut Ramadhan di Pesantren Tahfidz Fathan MubiinaOleh sebab itu, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh orang tua agar anak gemar puasa yaitu pikir, rasa, jiwa. Pikiran anak harus dibentuk, rasanya mesti suka, dan jiwanya terlibat. Hasil dari tiga hal tersebut adalah anak suka beribadah.
“Ini tidak gampang, karena anak-anak makan melulu, minum melulu. Bagaimana caranya kita bisa mengajarkan untuk bisa menahan semuanya? Oleh sebab itulah, kita harus menyadari bahwa sebetulnya tantangan untuk mengajak anak kita berpuasa ada di mana? Ada pada anak kita atau pada kita?” tutur Bunda Elly.
Agar Anak tidak Ingin Makan dan Minum Terus saat RamadhanBunda Elly membagikan satu tips bagi orang tua yang ingin mendidik anak berpuasa. Tips tersebut memanfaatkan jiwa anak yang suka bermain. Saat siang hari, orang tua bisa mengajak anak bermain.
Baca Juga: Ragam Kegiatan Muslim LifeFair Jadi Tujuan Wisata Edukatif Akhir Pekan Keluarga
Orang tua bisa memberikan permainan yang menyenangkan, sehingga pikiran anak tidak kepikiran untuk makan dan minum. Saat bermain, dijelaskan secara perlahan makna puasa. Untuk melakukan hal ini, tentu orang tua juga harus punya persiapan matang.
“Bagaimana caranya, yang sukan makan dan minum? Bagaimana caranya anak berhenti melakukannya. Jadi, ada pada kita, kita harus panjang sabarnya, panjang akalnya, panjang keinginannya, punya kekuatan kehendak,” ungkap Bunda Elly.
Mendidik anak beribadah melalui permainan akan menumbuhkan rasa, lambat laun jiwa anak pun terlibat. Ini perlu dilakukan karena otak anak belum sempurna berkembang. Maka, harus dididik secara perlahan dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikkan.
Baca Juga: Sambut Ramadhan 2023, BMH Gelar Public Expose“Memberikan permainan seperti benang-benang, kain-kain. Jadi, mereka memainkan benang itu, artinya, puasa itu dibuat menyenangkan dengan melakukan sesuatu yang asik. Anak dibuat lalai agar lupa sama makan dan minum. Jadi, dibuat asik. Jadi, diperlukan persiapan kita dulu. Kita ini sudah seminggu lagi, ngapain aja, persiapan pengetahuan kita, persiapan cara kita menyampaikan,” ucap Bunda Elly.
(jqf)