LANGIT7.ID-, Jakarta- - Wali Kota London, Sadiq Khan, mendapat serangan
rasisme secara daring seiring rencananya memperluas Zona Emisi Ultra Rendah London (ULEZ) kendaraan bermotor.
ULEZ membebankan biaya tambahan kepada pengemudi kendaraan bermotor. Biaya awal senilai 12,50 pound per hari dan ditetapkan menjadi lebih daru dua kali lipat mulai 29 Agustus.
MengutipI Islamchannel, investigasi yang baru diterbitkan oleh Otoritas London Raya telah mengungkapkan tingkat teror surat kebencian yang ditargetkan kepada Sadiq Khan. itu merujuk latar belakang Khan sebagai seorang muslim. Dia diserang secara kasar dan menghina.
Sadiq Khan terpilih menjadi Wali Kota London pada 2016 dan menjadi walikota muslim pertama di London dan ibu kota besar Barat mana pun. Sejak terpilih, dia telah menerima lebih dari 304.000 pesan rasis, yang sebagian besar terkait dengan warisan muslim dan Pakistannya.
Baca juga:
Kelompok Muslim di Jerman Alami Rasisme dan Diskriminasi Tiap HariPenelitian menemukan, tingkat pelecehan meningkat secara signifikan selama pertikaian publik Walikota dengan Donald Trump pada 2019. Saat itu, Trump menyebut Khan sebagai 'pecundang dingin'. Itu terjadi setelah Khan menyerang rencana Presiden AS untuk melarang Muslim bepergian ke AS. Saat itu, penelitian menunjukkan banyak pelecehan berasal dari luar Inggris.
?Laporan tersebut mencatat pelecehan rasis itu mengalami peningkatan signifikan sejak Khan mengumumkan rencana untuk memperluas ULEZ. Pelecehan itu meningkat sebanyak 200% dalam tiga bulan pertama 2023. Jumlah pesan rasis yang diterima hanya dalam tiga bulan pertama 2023 mencapai 11.000, lebih tinggi dari jumlah yang diterima sepanjang 2022.
"Sadiq selalu menghadapi pelecehan rasis tingkat tinggi secara online, dengan volume serangan yang meningkat lagi secara substansial dalam beberapa minggu terakhir. Kebijakan yang menangani kualitas udara dan kesehatan masyarakat tidak diragukan lagi telah menjadi fokus utama kebencian online di Inggris dan di seluruh dunia," kata jurubicara Khan.
Khan memperjuangkan perluasan zona tersebut untuk mencegah kematian dan penyakit yang terkait polusi udara. Namun, keputusan itu dianggap memicu perdebatan antara aktivis kesehatan dengan masyarakat yang mengalami krisis ekonomi di Inggris.
Khan saat ini menghadapi tantangan hukum yang diajukan setidaknya lima otoritas lokal di Pengadilan TInggi pekan lalu. Otoritas itu berpendapat biaya tambahan £12,50 per hari untuk pengemudi kendaraan yang tidak patuh tidak dapat dipertahankan dan melanggar hukum.
Kendati begitu, Khan tetap mempertahankan keputusan tersebut untuk mengatasi polusi dan meningkatkan kualitas udara di ibu kota. Dia menilai hal tersebut menggemakan inisiatif serupa di kota-kota di seluruh Eropa.

(ori)