Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Psikolog Sarankan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap

Muhajirin Senin, 30 Agustus 2021 - 12:39 WIB
Psikolog Sarankan Sekolah Tatap Muka Dilakukan Bertahap
ilustrasi sekolah di masa pandemi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Psikolog Rumah Konseling, Dr. Muhammad Iqbal, menyarankan agar pemerintah membuka sekolah tatap muka secara bertahap. Ia menyebut tingkat kejenuhan siswa dan guru sudah memuncak, sehingga mereka menghendaki segera dilakukan sekolah tatap muka. Di sisi lain, pelaksanaan sekolah daring mayoritas kurang efektif.

Meski begitu, Direktur Indonesia Institut itu menyatakan, sekolah tatap muka tidak bisa dilakukan secara sembarangan tanpa ada koordinasi dan persiapan yang matang, karena menyangkut keselamatan dan nyawa guru dan siswa.

Baca Juga: PPKM Level 3, Ratusan Sekolah di DKI Jakarta Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

“Di beberapa kepala daerah pun berbeda kebijakan ada yang sudah membolehkan ada juga yang masih melarang, karena kekhawatiran akan keselamatan guru dan siswa,” kata Iqbal dikutip akun @muhammadiqbalpsy, Senin (30/8/2021).

Menurut Iqbal, sekolah tatap muka harus dilakukan bertahap dan dibuat simulasi, karena siswa dan guru memerlukan waktu untuk adaptasi perilaku. Selama pandemi, siswa dan guru terbiasa dengan daring, dan tidak bisa frontal berubah menjadi tatap muka.

Sekolah tatap buka bisa diprioritaskan bagi guru yang sudah mendapatkan vaksinasi atau pun prioritas jenjang. Ada 2 kriteria yang memerlukan tatap muka, mereka yang akan lulus dan persiapan masuk perguruan tinggi ataupun mereka yang baru masuk yang memerlukan orientasi.

“Untuk itu simulasi perlu dilakukan untuk penerapan protokol kesehatan dan tidak mungkin dilakukan sekaligus,” ucap Iqbal.

Dia mengatakan, bila didapati kasus atau kluster baru, maka sekolah harus segera dihentikan dan dilakukan penelusuran. Maka dari itu, Kemendikbud-Ristek harus menyiapkan panduan dan SOP dalam pembelajaran tatap muka.

Simulasi dan adaptasi bisa dilakukan dengan mengatur jadwal kedatangan dan kepulangan agar tidak terjadi kerumunan. Demikian juga dengan penggunaan ruang kelas, pembagian jadwal kelas hingga kesiapan dukungan sarana dan prasarana.

Selain itu, mencegah learning loss dan mengejar ketertinggalan, Iqbal menyarankan pemerintah membuat program sekolah berasrama atau pun program intensif bagi siswa yang akan lulus dan memasuki perguruan tinggi.

“Program ini bisa dengan membuat pola ‘Training Centre’ ataupun bekerjasama dengan sekolah yang sudah ada dengan menitipkan siswanya ataupun dengan pesantren, karena di saat pandemi sekolah berasrama dan pesantren terbukti bisa berjalan dan ini adalah salah satu solusi mencegah terjadinya learning loss,” terang Iqbal.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)