LANGIT7.ID, Jakarta - Siapa yang tak mendambakan surga? pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), menyebut, di dunia sejatinya ada tempat-tempat yang disebut taman surga.
Dia menyebut salah satu tempat yang menjadi taman surga itu adalah pesantren. Sebab, pesantren adalah tempat ilmu-ilmu agama diajarkan. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan imam Abu Dawud. Beliau bersabda,
Baca Juga: Mengenal Kitab Tafsir Karya Ulama Nusantara, dari yang Berbahasa Jawa hingga Bugis"
Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah Ta’ala (masjid), sembari membaca kitab Allah, saling mendaras (mengkaji) di antara mereka, melainkan turun ketenangan pada mereka, rahmat menyelimuti mereka, malaikat mengerubungi mereka dan mereka akan disebut Allah pada makhluk di sisi-Nya."
Maka itu, siapa saja yang ingin ke taman surga saat berada di dunia, maka di antaranya menjadi santri di pondok pesantren. Di pesantren, santri bisa bersenang-senang dengan ilmu, tiap hari menikmati wahyu Allah dalam Al-Qur’an, setiap saat bibir basah dengan dzikir, dan malam hari bisa menikmati hubungan yang sangat intim dengan Allah Ta’ala.
"Yakini kalian berada dialam nikmat taman surga di dunia. Sungguh ini adalah tempat yang paling menghibur. Ini adalah taman surga, karena disebut oleh Rasulullah, dan kalian harus yakin," kata Buya Yahya dalam tausiah yang ditayangkan Al-Bahjah TV, Senin (6/9/2021).
Buya Yahya mengingatkan, tidak ada orang yang senang dan dikirim ke taman surga kecuali ahli surga. Maka para santri patut bersyukur atas nikmat besar itu. Jika ada perasaan gundah gulana, tak betah dengan berbagai aturan, maka hati harus diperiksa.
Baca Juga: 7 Pesantren Tahfidz Al-Quran Terbaik di Indonesia"Jika ada di antara kalian yang hatinya gundah, maka koreksi hatimu, jangan-jangan engkau bukan ahli taman surga, jangan sampai engkau termasuk orang yang jauh dari rahmat Allah," ucap Buya Yahya.
Rasa rindu kepada orang tua adalah hal yang wajar. Semua anak akan merasakan hal itu. Namun setiap ilmu yang dipelajari di dalam pesantren turut menjadi catatan kebaikan untuk orang tua. Bukankah itu kenikmatan tiada tara.
Memang di pesantren tidak seperti kala berada di rumah. Tidak ada kasur emput, makan pun seadanya, fasilitas pun terbatas. Namun sebenarnya, para santri di pesantren tengah digiring oleh Allah Ta’ala ke taman surga.
Baca Juga: MPR Dorong Pemerintah Segera Wujudkan Dana Abadi Pesantren"Tidak semua orang direstui masuk pesantren, maka orang yang mampu menjadi santri adalah orang pilihan yang dipilih oleh Allah untuk berada di taman surga itu. Yakini kalian di pesantren adalah nikmat besar dari Allah. Kalian di pesantren mendapatkan dunia dan akhirat," kata Buya Yahya.
Dia mengingatkan kondisi lingkungan yang jauh dari rahmat Allah Ta’ala. Zina hal lumrah, aurat bukan barang berharga, dan maksiat sana-sini. Berbeda saat berada di pesantren shalat akan terjaga, zikir akan terjaga, dan akhlak kalian terjaga.
"Maka ketika bangun shalat malam, berdoa dan ungkapkan kegembiraan kalian kepada Allah sebagai bentuk rasa syukur," ucap Buya Yahya.
Baca Juga:
Kangen Zainuddin MZ: Tujuh Golongan yang Dapat Perlindungan Allah di Hari Akhir
Pemerintah Kejar Vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren(asf)