Luhut Bicara Penyebab Sejumlah Daerah Sulit Turunkan Level PPKM
MuhajirinSelasa, 07 September 2021 - 08:38 WIB
Seorang petugas kepolisian melaksanakan operasi penyekatan PPKM skala Mikro di kawasan pusat perdagangan di Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (6/7/2021) malam. Foto: Antara
LANGIT7.ID, Jakarta - Rendahnya penelusuran kontak erat pasien Covid-19 atau rasio kontak erat menjadi alasan sejumlah daerah kesulitan untuk bisa turun level PPKM. Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut mengatakan, penelusuran kontak erat perlu terus ditingkatkan. Dia berharap rata-rata rasio kontak erat bisa mencapai 10 orang dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
"Contohnya adalah rasio kontak erat. Meskipun telah terjadi kenaikan signifikan rasio kontak erat dari 3,37 di awal Agustus menjadi 7,89 per 5 September, namun pada banyak daerah rasio kontak eratnya masih di bawah 5, sehingga kemudian menghambat daerah tersebut untuk turun level," katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (6/9/2021).
Luhut menuturkan, meskipun indikator transmisi atau penularan mengalami perbaikan, namun respons pemerintah daerah untuk mencegah penambahan kasus Covid-19 masih terbilang rendah. Luhut mengatakan hal itu pun jadi salah satu instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera dilakukan perbaikan dengan cermat.
"Meskipun indikator transmisi mengalami perbaikan seperti yang saya sebutkan di atas, namun indikator respons kesehatan pada banyak wilayah kota/kabupaten masih belum memenuhi target yang ingin kami capai. Fokus inilah yang menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa minggu ke depan," ungkapnya.
"Presiden meminta kami, memerintahkan kami untuk melakukan ini semua dengan cermat," ucapnya. (Sumber: Antaranews)