LANGIT7.ID, Jakarta - Rendahnya penelusuran kontak erat pasien Covid-19 atau rasio kontak erat menjadi alasan sejumlah daerah kesulitan untuk bisa turun level PPKM. Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut mengatakan, penelusuran kontak erat perlu terus ditingkatkan. Dia berharap rata-rata rasio kontak erat bisa mencapai 10 orang dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Baca Juga: PPKM Diperpanjang hingga 13 September, Mal Buka Kapasitas 50 Persen"Contohnya adalah rasio kontak erat. Meskipun telah terjadi kenaikan signifikan rasio kontak erat dari 3,37 di awal Agustus menjadi 7,89 per 5 September, namun pada banyak daerah rasio kontak eratnya masih di bawah 5, sehingga kemudian menghambat daerah tersebut untuk turun level," katanya dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (6/9/2021).
Luhut menuturkan, meskipun indikator transmisi atau penularan mengalami perbaikan, namun respons pemerintah daerah untuk mencegah penambahan kasus Covid-19 masih terbilang rendah. Luhut mengatakan hal itu pun jadi salah satu instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera dilakukan perbaikan dengan cermat.
Baca Juga: Pemerintah Kejar Vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren"Meskipun indikator transmisi mengalami perbaikan seperti yang saya sebutkan di atas, namun indikator respons kesehatan pada banyak wilayah kota/kabupaten masih belum memenuhi target yang ingin kami capai. Fokus inilah yang menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa minggu ke depan," ungkapnya.
"Presiden meminta kami, memerintahkan kami untuk melakukan ini semua dengan cermat," ucapnya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Hari Ini Turun Dibanding Kemarin
Nikah di Masa PPKM, Syarat Bukti Swab Antigen Tetap Berlaku(asf)