LANGIT7.ID-, Jakarta- - Program pesantren lansia merupakan unggulan dan program berkelanjutan dari MUI. Hal ini diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang PRK Prof Amany Lubis.
"Kita mengadakan konsiyering dalam rangka menyempurnakan konsep pesantren lansia, ini menjadi program unggulan, dan ini akan berkelanjutan, dan ini akan terus berlanjut," ujarnya.
Prof Amany menuturkan, program ini dilaksanakan untuk menghormati orang tua agar hidupnya tetap bermanfaat untuk masyarakat.
Baca juga:
Cerita Haru 4 Dekade Pondok Umul Mukminin dengan Santri LansianyaProf Amany mengungkapkan, modernisasi dan tantangan saat ini menyebabkan semakin banyak orang tua yang telantar akibat kurangnya perhatian dan terjaga spiritualnya.
"Maka Pesantren Lansia Birul Walidain yang artinya berbakti kepada orang tua. Nama ini dipilih karena umum agar berbakti kepada orang tua dan semua bisa memahami secara optimistik," sambungnya.
Prof Amany menjelaskan, pesantren lansia akan memperhatikan semua aspek, dari segi fisik, rohani, psikis dan sosial serta keagamaan dari lansia.
Baca juga:
Rumah Sakit Ridhoka Salma: Pionir Pelayanan Kesehatan di Bekasi Berbasis Sedekah"Saya mengucapkan terimakasih kepada tim kecil dan mitra dari rumah zakat. Tentu MUI secara serius bisa melaksanakan program ini. MUI Pusat harus jadi pelopor untuk MUI Provinsi," ungkapnya.
Menurutnya, tidak ada ruginya dalam melaksanakan program pesantren lansia. "Kami juga dalam hal ini sedang memberikan konsep ponpes lansia, dan kami ingin masukkan. Di masyarakat sudah dimasukkan konsep seperti ini, ada yang tiga hari, sepekan, ada juga yang tiga bulan, ada juga yang dipondokkan," ungkapnya.
(ori)