Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Kiai Imam Zarkasyi, Si Bungsu Penanggung Jawab KMI Gontor

Muhajirin Senin, 13 September 2021 - 14:17 WIB
Kiai Imam Zarkasyi, Si Bungsu Penanggung Jawab KMI Gontor
Ilustrasi santri Kulliyatul Muallimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor. Foto: Gontor
LANGIT7.ID, Jakarta - Kiai Imam Zarkasyi lahir di Ponorogo pada 21 Maret 1910 M. Dia merupakan Putra ketujuh Kiai Santoso Anom Besari. Jalan hidup beliau tak hanya bersentuhan dengan Pondok Gontor saja. Zarkasyi adalah bungsu dari tujuh bersaudara. Empat kakak tertuanya terdiri dari satu orang kakak laki-laki (anak pertama) dan tiga orang kakak perempuan.

Ayah dan ibu Kiai Imam Zarkasyi merupakan tokoh pergerakan keagamaan dan pemerintahan. Ayahnya, Santoso Anom Besari merupakan generasi ketiga dari pimpinan Pondok Gontor lama dan generasi kelima dari Pangeran Hadiraja Adipati Anom, putra Sultan Kasepuhan Cirebon.

Baca Juga: Ingin Pahami Islam dengan Baik, Rizal Armada Punya Cita-Cita Jadi Santri

Setelah sang ayah meninggal, pesantren Gontor Lama vakum. Maka itu, itu, Zarkasyi bersama kedua kakak laki-lakinya sejak kecil diwanti-wanti sang paman untuk bisa meneruskan kehidupan pesantren yang mati suri sejak kematian ayahnya.

Sementara, ibu beliau merupakan keturunan Bupati Suriadiningrat, yang terkenal pada zaman Babad Mangkubumen dan Penambangan (Mangkunegaran). Sang ibu terkenal shalihah dan taat beribadah. Kiai Imam Zarkasyi banyak menerima pengajaran dan pendidikan Islam dari beliau.

Kiai Imam Zarkasyi sangat terkenang dengan petuah sang ibu, "Kamu harus menjadi alim dan shalih. Dari pada mempunyai harta, lebih baik mempunyai ilmu." Begitu pesan ibunda Kiai Imam Zarkasyi seperti ditulis Hery Noer Aly (2003 dalam artikel berjudul ‘KH Imam Zarkasyi: Tafsir Modern Pendidikan Islam’).

Pada 1920, hanya dua tahun setelah kematian Kiai Santoso, ibunda Zarkasyi meninggal. Sepeninggalnya, ketujuh putra-putrinya bermusyawarah. Dalam musyawarah tersebut, Zarkasyi dan kedua kakaknya mengusulkan agar harta peninggalan kedua orang tua mereka tidak diusik hingga sepuluh tahun ke depan.

Baca Juga: Bantu Upaya Herd Immunity, PMDG Gelar Vaksinasi dan Soft Opening RS Yasyfin

Kesepakatan itu demi masa depan pendidikan mereka untuk melanjutkan cita-cita leluhur mereka menghidupkan pendidikan Islam melalui pesantren. Usul disepakati. Maka sejak itu tanah peninggalan orang tua mereka dikelola oleh saudara laki-laki tertua, Rahmat Soekarto. Hasilnya digunakan untuk membiayai studi Zarkasyi dan kedua kakaknya.

Pendidikan Kiai Zarkasyi

Ada dua kanal pendidikan yang membangun kapasitas keilmuan Kiai Imam Zarkasyi muda, yakni perpaduan pendidikan Islam lama seperti pondok pesantren dan sekolah modern keagamaan. Belum genap 12 tahun, ia nyantri di Pondok Joresan sekaligus belajar di Sekolah Nglumpang.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Ongko Loro di Jetis, Ponorogo selama dua tahun. Bersamaan dengan itu, ia juga nyantri di Pondok Josari. Pada 1925, ia melanjutkan pendidikan di Kota Solo.

Baca Juga: Rektor Unida Gontor Bagikan Pengalaman Dirikan Universitas Pesantren

Di Solo, ia mengikuti tiga lembaga pendidikan yakni nyantri di Pondok Jamsaren, Sekolah di Madrasah Mambaul Ulum, dan Madrasah Arabiyah Islamiyah. Ia belajar selama 5 tahun di tiga lembaga pendidikan tersebut.

Pada 1936, usai menyelesaikan jenjang pendidikan di kweekschool Islam Padang Panjang , beliau dipercaya menjadi guru dan direktur di perguruan tersebut. Setahun kemudian, ia kembali ke Gontor dan menjadi direktur KMI Pondok Modern Darussalam Gontor yang bertanggung jawab atas pendidikan siswa (urusan persekolahan).

Jalan hidup Kiai Imam Zarkasyi tak hanya bersentuhan dengan Pondok Gontor Semata. Ide, pemikiran, dan inovasinya dalam perumusan kebijakan tentang pengajaran dan pendidikan agama Islam di Kemenag dan Indonesia tak bisa disepelekan.

Pada 1943, ia diminta untuk menjadi Kepala Kantor Agama Karesidenan Madiun. Sesudah Indonesia merdeka, pada 1946 diangkat menjadi Seksi Pendidikan pada Kementerian Agama. Bahkan, sejak 1948-1955 ia menjadi ketua PB Persatuan Guru Islam Indonesia (PGII).

Baca Juga: Pondok Modern Jadi Pelengkap Bagi Pesantren Tradisional dan Madrasah

Di Kementrian Agama, beliau menjadi Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan Agama pada sekolah dasar mulai 1951-1953 dan Kepala Dewan Pengawas Pendidikan Agama pada 1953. Di Kementerian Pendidikan ia menjadi anggota Badan Perencanaan Peraturan Pokok Pendidikan Swasta pada 1957.

Pada 1959, Presiden Soekarno mengangkat beliau menjadi anggota Dewan Perancang Nasional (Depernas). Pernah pula menjadi anggota Komite Penelitian Pendidikan. Meskipun telah keluar dari Departemen Agama, namun beliau masih dipercaya untuk menjadi ketua Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (MP3A) hingga wafat.

Di Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai Direktur KMI dan Pj. Rektor IPD. Jabatan itu beliau ampu hingga wafat pada 1985. Dalam kancah Internasional, ia pernah menjadi Anggota Delegasi Indonesia dalam peninjauan ke negara-negara Uni Soviet tahun 1962.

Baca Juga: Rektor Unida Gontor: Jangan Sedih, Hadapi Pandemi dengan Tawakkal

Pada 1972, ia menjadi wakil Indonesia dalam Muktamar Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah (Muktamar Akademi Islam se Dunia) ke VII di Kairo Mesir pada 1972. Selain itu, ia pernah menjadi Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Memegang KMI Gontor

Peran penting dan kepemimpinan Kiai Imam Zarkasyi dalam pengembangan pendidikan di Pondok Gontor dimulai pada 1936, saat berusia 26 tahun. Kiai Sahal sebagai saudara sulung memanggil adiknya adiknya yang saat itu menjabat sebagai kepala sekolah.

Baca Juga:

Anak Jembatan Menuju Surga, Childfree Perusak Pondasi Bangsa

Ketua MIUMI: Indonesia adalah Negara Agama sebab Pancasila Bersumber dari Islam


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)