LANGIT7.ID, Jambi - Muslimah disabilitas mulai mandiri berkat pelatihan membatik. Kegiatan ini digagas Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Jambi sejak 2020 silam.
Ketua DPD HWDI Jambi, Ratumas Dewi mengatakan, pelatihan ini dilakukan sejak pandemi Covid-19 mulai merebak di tanah air. Saat itu anggotanya ada yang bertemu dengan pemilik batik Rindani, Ida.
"Dari sini lah anggota HWDI mendapatkan kesempatan belajar membatik hingga saat ini terdapat dua anggota yang sudah memiliki kemampuan cukup untuk industri batik," kata Ratumas Dewi seperti dilansir
Antaranews.
Sekarang setidaknya ada tiga anggota yang dianggap memiliki minat yang tinggi untuk belajar membatik. Pembelajaran membatik ini diberikan dari tingkat dasar yang diikuti dengan semangat dan antusias tinggi dari anggota HWDI Jambi.
"Mereka belajar dari tahapan nyungging, njaplak, nembok hingga proses pewarnaan batik," ujanya.
Dari pelatihan membatik ini seluruh peralatan dan bahan membatik difasilitasi oleh pemilik batik Rindani. Hingga kini sudah ada satu anggota yang memiliki kemampuan membatik yang baik dengan hasil yang sudah bisa dipasarkan.
Melalui pelatihan membatik ini kemudian dapat menjadi sumber mata pencaharian baru bagi anggota HWDI Jambi. Pelatihan membatik juga dimaksudkan menjadi upaya agar anggota HWDI Jambi dapat meningkatkan perekonomian komunitas mereka.
Dari hasil anggota yang belajar, ada yang sudah layak untuk dipasarkan. Anggota ini juga sudah menerima pemesanan batik melalui Ida, sekarang anggota tersebut sudah bisa menemukan kegiatan ekonomi baru untuk dirinya.
(bal)