LANGIT7.ID, Jakarta - Pembangunan yang bersifat lahiriah dan batiniah harus dilakukan bersamaan. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, salah satu program keumatan Pemda Provinsi Jabar, yakni Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha). Program tersebut sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas SDM.
“Bukan hanya memenuhi kebutuhan berupa sarana prasarana maupun infrastrukturnya, tetapi juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat Jawa Barat,” kata Uu dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: 40 Persen Kosakata Bahasa Indonesia Diserap dari Bahasa Arab“Maka saya ucapkan terima kasih atas keikutsertaan para kiai, ustaz, dan ustazah, mengikuti Sadesha pada hari ini. Karena tanpa kehadiran bapak dan ibu semua, kita tidak bisa apa-apa," ungkapnya.
Uu menjelaskan, peningkatan kualitas SDM tak hanya mengenai teknologi dan pendidikan, tapi juga keagamaan perlu ditingkatkan. "Kami berharap program Sadesha dapat berjalan dengan baik, bermanfaat dan menebarkan kebaikan kepada masyarakat Jabar," tuturnya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jabar Barnas Adjidin melaporkan, jumlah peserta Sadesha Angkatan VI mencapai 120 orang. Sedangkan acara pembinaan akan berlangsung selama tiga hari.
"Dan mereka sudah bertugas di desa-desa yang sudah di-SK-kan. Dan mereka pun sudah melaporkan kegiatan-kegiatannya yaitu telah mengajar minimal 10 santri di desa yang bersangkutan," kata Barnas.
Baca Juga: Gerakan Titik Koma Bantu Pulihkan Depresi akibat PandemiBarnas menyebutkan bahwa total jumlah peserta Sadesha sebanyak 6.500 orang. Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 2.600 merupakan penghafal 30 juz dan sebagiannya penghafal 10 dan 20 juz.
Baca Juga:
Ada Penyesuaian, Program One Pesantren One Product Tetap Berjalan
Gandeng TNI AL, Pemprov Jabar Vaksinasi Santri Pesantren Suryalaya(asf)