LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW memberikan empat petunjuk bagi yang ingin menikah dalam memilih kriteria pasangan. Pertama karena hartanya, kedua keturunannya, ketiga karena kecantikannya, dan keempat karena agamanya.
Dai kondang almarhum KH Zainuddin MZ menekankan, motivasi pernikahan hendaknya karena agama. Menurutnya, kalau orang hanya memilih rupa cantik sebagai kriteria satu-satunya, bisa jadi rumah tangganya tidak akan bertahan lama.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Hiduplah Bermakna karena Kiamat Rahasia Allah"Kenapa, karena rupa cantik itu relatif, tergantung siapa yang memandang. Kedua, yang namanya cantik itu temporer, bisa berubah dan bergeser seiring berjalannya waktu," kata KH Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya, dikutip Kamis (23/9/2021).
Sambil berkelakar, beliau menyebutkan kalau hanya faktor cantik, tak ubahnya cinta seorang bajak laut. Di mana ada yang lebih cantik, di situlah kapal berlabuh.
"Padahal sate dan singkong kan sama di tenggorokan, kalau sudah masuk ke perut sama-sama mengenyangkan, silakan cari yang cantik tapi bukan motivasi utama," ujarnya.
Termasuk dalam soal harta, setiap orang boleh menikahi wanita karena harta, tapi bukan menjadi motivasi utama. "Ada istilah ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang. Maka hati-hati pula kalau motivasinya karena harta semata," katanya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Gara-Gara Ini Amal Kebaikan HancurJuga dalam hal keturunan, nasab bukanlah ukuran kemuliaan seseorang, akan tetapi kembali lagi kepada akhlak dan perilakunya. Maka,hal yang harus menjadi motivasi adalah memilih calon pasangan yang agamanya baik.
Sebagaimana Rasulullah menyampaikan
baiti jannati (rumahku surgaku). Pernyataan tersebut bukan menyatakan kemewahan rumah dengan segala isinya, tetapi rumah yang diisi dengan amal shalih, istri yang taat, keluarga yang harmonis, dan keturunan yang melaksanakan perintah Allah.
"Agama menuntun masing-masing suami dan istri melaksanakan hak dan kewajibannya, jika ini sudah tercapai maka akan timbul ketenangan, dan ketenangan adalah tangga untuk mencapai bahagia," ujarnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Orang Sombong Sponsornya IblisItu sebabnya membicarakan rumah tangga yang sesuai agama adalah seorang suami dan istri memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Dalam hadits riwayat Abu Daud, suatu hari Rasul ditanya, 'Ya Rasulullah apa hak istri-istri atas kami?'. Rasul menjawab. Engkau memberinya makan apa yang kamu makan, kemudian engkau beri istrimu pakaian sebagaimana engkau berpakaian, dan ketiga janganlah engkau memukul mukanya jika marah.
"Seorang istri kalau sudah diberi nafkah untuk mengatur makanan, dia harus mengatur sebaik-baiknya. Dengan demikian, masalah yang kelihatannya sepele tapi bisa menyebabkan keretakan rumah tangga, harus diperhatikan sebaik-baiknya," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa istri adalah bagian dari suami. Apabila dia baik dipandang orang, maka baik pula nama suaminya, tetapi jika dia dipandang orang tidak baik, maka dianggap tidak baik pula suaminya. Disinilah bahwa suami istri harus dapat menjaga diri masing-masing dari ketidakharmonisan rumah tangga.
Baca Juga:
Kangen Zainuddin MZ: Tiga Syarat untuk Bisa Rasakan Manisnya Iman
Kangen Zainuddin MZ: Semakin Berkualitas Iman, Makin Hebat Ujiannya(asf)