LANGIT7.ID-, Jakarta - - Penanganan
hewan kurban menjadi satu hal yang harus diperhatikan dalam keseluruhan proses kurban. Sebab, penanganan yang baik dapat menghindari hewan kurban mengalami
stres.
Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Henny Nuraini mengatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dalam
menyembelih hewan kurban yang merujuk pada kaidah kesejahteraan hewan dan
syariat Islam.
Baca juga: Waktu Terbaik dan Cara Menyembelih Hewan Kurban"Salah satunya yaitu standar hewan harus
halal, dalam keadaan hidup, dan sehat. Dalam konteks ini, cara memperlakukan hewan kurban menjadi satu hal yang perlu diperhatikan, salah satunya untuk menghindari stres pada hewan kurban,” ujar Henny yang juga sebagai auditor halal senior di LPPOM, Kamis (5/6/2025).
Sementara dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Supratikno menyampaikan hewan stres disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari aspek fisik, kelelahan atau trauma karena transportasi jauh, aspek psikologis hingga akibat perkelahian antar
hewan ternak.
“Stres menyebabkan glikogen dalam otot menurun sampai level yang sangat rendah. Hal ini membuat terjadinya perubahan komposisi biokimia dalam daging. Akibatnya, saat penyembelihan, kualitas daging menjadi DFD (Dark – Firm – Dry) atau bisa diartikan kualitas daging jelek,” terang Supratikno di laman LPPOM MUI.
Supratikno melanjutkan, pada hewan yang stres akut parah akan terjadi respirasi anaerob yang menghasilkan sisa metabolit berupa asam laktat.
Sedangkan, asam laktat yang terlalu tinggi pada saat penyembelihan atau penurunan pH yang terlalu cepat menyebabkan darah banyak tertinggal di dalam otak dan otot, serta pembuluh darah menutup atau tersumbat.
Baca juga: Kriteria Hewan Kurban yang Sehat dan Berkualitas“Kedua hal tersebut menyebabkan ketidaksempurnaan pengeluaran darah. Kualitas daging menjadi pucat, lembek, dan berair. Daging seperti ini akan mudah busuk dan susut masaknya tinggi,” jelas Supratikno.
Oleh karena itu, kata Supratikno, untuk meminimalisir tingkat stres hewan, ada beberapa hal terkait lokasi penyembelihan yang harus diperhatikan.
"Lokasi penyembelihan merupakan daerah terbatas, hanya orang yang berkepentingan yang boleh masuk ke area penyembelihan, diusahakan kondisi yang tenang," terangnya.
Selain itu, lanjut Supratikno, kondisikan hewan kurban terpisah dari tempat penampungan hewan. Kemudian pastikan hewan kurban tidak melihat hewan lain yang disembelih.
"Hewan baru boleh dibawa ke tempat penyembelihan ketika semua petugas dan peralatan sudah siap," pungkasnya.
Baca juga: Hindari Gangguan Kesehatan, Ingatkan Anak Pakai Masker saat Lihat Hewan Kurban(est)