LANGIT7.ID-Jakarta; Pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai ancaman terbesar bagi perdamaian Timur Tengah, mendapat dukungan dari tokoh nasional Indonesia.
Anwar Abbas, pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan sekaligus Ketua PP Muhammadiyah, menyatakan sepakat dengan pandangan Erdogan. Menurutnya, sikap dan pandangan keras Netanyahu yang hanya memprioritaskan kepentingan rakyat dan negaranya sendiri tanpa memedulikan hak-hak rakyat Palestina dan dunia Arab telah menjadi pemicu utama ketegangan dan konflik yang tak berkesudahan.
“Netanyahu lebih menekankan kepentingan rakyat dan negaranya saja tanpa memperhatikan keinginan dan kepentingan rakyat Palestina dan dunia Arab lainnya,” ungkap Anwar Abbas dalam keterangannya, Kamis (19/6/2025).
Baca juga: Erdogan Siaga Nasional: Turki Bersiap Hadapi Dampak Perang Udara Israel-IranIa menyebut ada tiga faktor kuat yang melatarbelakangi cara pandang dan kebijakan agresif Netanyahu terhadap Palestina dan kawasan sekitarnya.
Pertama, ideologi Zionisme yang telah diwarisi Netanyahu dari kakeknya, Nathan Mileikowsky—seorang penulis dan aktivis Zionis, serta ayahnya, Benzion Netanyahu—seorang guru besar sejarah dan juga aktivis Zionis. “Keduanya memiliki cita-cita mendirikan negara Yahudi atau Israel Raya yang wilayahnya mencakup Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, dan sebagian Irak, Arab Saudi, serta Mesir,” jelas Abbas.
Kedua, Netanyahu mendapat dukungan penuh dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Negara-negara tersebut memiliki kekuatan ekonomi, politik, dan militer yang sangat kuat, sehingga memberikan Israel posisi dominan dalam konflik.
Ketiga, dunia Arab saat ini masih terpecah dan belum mampu bersatu dalam menghadapi dominasi Israel. Kerapuhan persatuan di antara negara-negara Arab inilah yang memberi celah bagi Netanyahu untuk terus mendorong ekspansi wilayah dengan dalih keamanan nasional.
“Ketiga hal ini telah membuat Netanyahu semakin bersemangat untuk berperang dengan Palestina demi memperluas wilayah negaranya,” kata Abbas.
Anwar Abbas pun mengingatkan, jika dunia internasional tidak mampu menekan dan merubah sikap serta pandangan Netanyahu, maka potensi memanasnya kawasan Timur Tengah sangat besar. Negara-negara tetangga akan merasa terancam, sehingga bukan tidak mungkin terjadi perang besar yang lebih terbuka dan meluas, sebagaimana yang kini terjadi dengan Iran.
(lam)