LANGIT7.ID, - Lagi-lagi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pesan terbuka yang meresahkan melalui
media sosial. Kali ini soal penggulingan rezim Iran.
Trump mempertimbangkan kemungkinan penggulingan rezim pemerintah Iran pada hari Minggu lalu, beberapa jam setelah ia mengizinkan serangkaian serangan terhadap tiga situs
nuklir Iran yang meningkatkan ketegangan kawasan saat ini.
Melalui media sosial, Trump menuliskan, “Tidaklah tepat secara politis untuk menggunakan istilah, "Pergantian Rezim," tetapi jika Rezim Iran saat ini tidak dapat MEMBUAT IRAN HEBAT LAGI, mengapa tidak ada pergantian Rezim??? MIGA!!!" katanya di media sosial.
Baca juga: Israel dan Iran Sepakat Gencatan Senjata, Klaim Trump MIGA sendiri merupakan singkatan dari Make Iran Great Again, atau Membuat Iran Hebat Kembali. Ini adalah jargon serupa dengan Make America Great Again atau MAGA yang digaungkan Trump sebelumnya.
Trump telah mengemukakan kemungkinan terjadinya perubahan kepemimpinan di Iran, setelah negaranya bergabung dengan Israel dalam menyerang fasilitas nuklir Iran.
Mengutip dari BBC, Trump mengunggah di media sosial soal hal tersebut setelah pejabat tinggi AS lainnya menekankan bahwa menggulingkan pemimpin Iran bukanlah tujuan dari aksi militer hari Sabtu lalu, di mana pesawat pengebom AS menargetkan tiga lokasi dalam upaya untuk membatasi program nuklir Teheran.
Hal ini menjadi sebuah kontroversi mengingat jauh sebelumnya Trump mengkritik keterlibatan AS dalam konflik di luar negeri, termasuk di Irak, di mana AS dan sekutunya menggulingkan rezim Saddam Hussein pada tahun 2003.
Sementara itu, di hari berbeda Trump mengatakan, Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata, yang menandakan kemungkinan berakhirnya hampir dua minggu serangan udara yang meningkat oleh kedua negara. Dikutip dari abcnews.com.
Baca juga: Iran Ancam Trump: “Perang Ini Kami yang Selesaikan” Usai Serangan Nuklir AS Kesepakatan yang dijelaskan oleh Trump melibatkan dua periode gencatan senjata selama 12 jam, dimulai sekira pukul 12 pagi EDT dimulai dengan Iran.
“Itu akan terjadi ketika Israel dan Iran telah mereda dan menyelesaikan misi terakhir mereka yang sedang berlangsung," kata Trump melalui unggahannya di Truth Social.
(est)