Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 06 Juni 2026
home masjid detail berita

Kisah Humor Sufi Nasudin Hoja: Tiupan yang Membingungkan

miftah yusufpati Selasa, 01 Juli 2025 - 05:15 WIB
Kisah Humor Sufi Nasudin Hoja: Tiupan yang Membingungkan
Tidak setiap hal di dunia bisa diukur dengan logika tunggal atau prinsip yang kaku. Ilustarsi: AI
LANGIT7.ID-Seorang darwis muda, penuh semangat dan haus akan kebijaksanaan, datang kepada Nasrudin Hoja. “Wahai Mullah,” katanya, “aku ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup darimu.”

Nasrudin mengangguk dengan wibawa seorang guru besar. “Tentu bisa,” ujarnya, “tapi dengan satu syarat: kebijaksanaan bukanlah teori, ia hanya bisa dipelajari lewat praktik.”

Darwis itu setuju, dan sejak hari itu ia mengikuti ke mana pun Nasrudin pergi, mengamati setiap tindak-tanduknya seperti murid yang mencatat wahyu.

Malam itu, udara dingin menyergap. Nasrudin menggosok dua batang kayu di dekat perapian kecil. Percikan muncul, lalu nyala api kecil mulai tampak. Ia membungkuk, meniupnya pelan-pelan agar api membesar.

“Mengapa api itu kau tiup?” tanya si darwis penuh ingin tahu.

“Supaya menjadi lebih panas dan lebih besar,” jawab Nasrudin sambil terus meniup.

Baca juga: Kebenaran, Roti, dan Mimpi: Kisah Nasrudin dan Para Pencari

Setelah api cukup besar, Nasrudin menggantungkan panci di atasnya dan mulai memasak sop. Tak lama, aroma harum memenuhi udara. Ketika sop matang, ia menuangkannya ke dalam dua mangkok.

Ia duduk, meniup-niup sopnya sebelum menyendok.

“Sekarang sop itu kenapa kau tiup?” tanya si darwis lagi.

“Supaya jadi lebih dingin dan enak dimakan,” jawab Nasrudin tenang.

Darwis itu termenung sejenak, lalu berdiri.

“Wahai Mullah,” katanya dengan nada kecewa, “aku rasa aku tidak jadi belajar darimu. Tadi kau meniup api agar panas, sekarang meniup sop agar dingin. Kau tidak konsisten dalam pengetahuanmu!”

Nasrudin memandang darwis itu lama, lalu tersenyum simpul. “Ah, konsistensi,” gumamnya pelan, “kadang ia lebih membingungkan daripada kebijaksanaan itu sendiri.”

Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Laporan di Atas Roti

Hikmah Kisah:

Tidak setiap hal di dunia bisa diukur dengan logika tunggal atau prinsip yang kaku. Dalam hidup, apa yang bijak di satu keadaan bisa menjadi bodoh di keadaan lain. Orang bijak bukan yang selalu konsisten dalam bentuk, tapi yang tepat dalam konteks.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 06 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)