LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kebiasaan menjalani
Pagi Ceria wajib dilakukan sebelum pembelajaran dimulai untuk menciptakan suasana positif dan semangat belajar. Terdapat tiga rangkaian dalam kegiatan ini yaitu melakukan senam Anak Indonesia Hebat, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa sebelum mulai pelajaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
Abdul Mu'ti mengimbau agar semua murid melakukan kebiasaan Pagi Ceria. Dimana masing-masing memiliki manfaat.
Pertama, melakukan senam Anak Indonesia Hebat. Dengan melaksanakan kegiatan fisik, maka anak-anak akan terbiasa berolahraga.
Kedua, menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kebiasaan ini adalah upaya menanamkan rasa cinta kepada Tanah Air.'
Ketiga, berdoa sebelum pelajaran dimulai. Ini menjadi bagian dari usaha bersama agar murid terbiasa melaksanakan semua aktivitas dengan landasan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Baca juga: MPLS Ramah, Semangat dan Langkah Baru Layanan Pendidikan Bermutu untuk SemuaSelain Pagi Ceria, dalam hal kebijakan yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter, juga terdapat program
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang sudah dicanangkan sejak bulan Desember tahun 2024.
Tujuh KAIH dimulai dari kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat. Kebiasaan sederhana yang digali dan dikembangkan dari kekayaan budaya bangsa Indonesia dan juga dari nilai-nilai yang tertanam dalam ajaran agama.
"Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini adalah bagian dari upaya kita agar anak-anak kita memulai dan tumbuh dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik yang sekali lagi kita harus tanamkan bersama-sama di empat lingkungan pendidikan, sekolah, orang tua, masyarakat, dan media," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Resmikan Peluncuran Buku Panduan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Kegiatan Tujuh KAIH dan Pagi Ceria menjadi rangkaian acara pembukaan
MPLS Ramah, bersamaan dengan jinggel masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 ciptaan Abdul Mu'ti, sebagai penyemangat murid baru di sekolah baru.
Abdul Mu'ti menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu guru, serta orangtua yang senantiasa mendampingi murid dengan penuh semangat, dengan penuh dedikasi.
"Indonesia 2045, 25 tahun lagi ditentukan oleh mereka yang sekarang belajar di jenjang pendidikan prasekolah, pendidikan dasar dan menengah. Merekalah anak-anak yang menentukan wajah Indonesia 2045," tutupnya.
(lsi)