LANGIT7.ID-Jakarta; Kunjungan CEO VinFast Auto India, Pham Sanh Chau, ke Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada Senin (15/9) membuka ruang diskusi baru mengenai peran organisasi dan korporasi dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Kehadirannya disambut langsung oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, bersama sejumlah pimpinan lembaga otonom Muhammadiyah.
Melansir dari situs Muhammadiyah, pertemuan ini tidak hanya menyinggung soal investasi dan peluang bisnis, tetapi juga menyoroti kesamaan komitmen di bidang pendidikan, kesehatan, serta kegiatan sosial kemanusiaan. Hilman menekankan bahwa titik temu tersebut bisa menjadi dasar kolaborasi ke depan.
“Kita berdiskusi banyak hal dan ternyata tidak hanya punya konsen di investasi dan bisnis di tanah air, tapi juga kami memiliki kesamaan dengan misi sosial kemanusiaan dan tentu saja dalam hal ini ternyata mereka juga membangun rumah sakit dan universitas khususnya di Vietnam. Mudah mudahan dengan kesamaan ini kita bisa menjalin kerjasama pada aspek-aspek tersebut,” jelas Hilman dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).
VinFast sendiri selama ini dikenal bukan hanya sebagai produsen otomotif, melainkan juga pelaku sosial yang cukup aktif di Asia. Perusahaan ini telah menggelontorkan kontribusi sosial sebesar 1,2 miliar dolar AS, mendirikan 55 sekolah dan universitas serta 13 rumah sakit di kawasan India dan Asia.
Dalam kesempatan yang sama, Pham menyampaikan rasa kagum atas capaian Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat yang telah menorehkan sejarah panjang lebih dari satu abad.
“Kami terkesan dengan pencapaian hebat yang telah dicatatkan Muhammadiyah selama lebih dari 100 tahun. Muhammadiyah telah mampu memberikan kontribusi banyak untuk kesejahteraan masyarakat dan bekerja intensif terutama pada bidang pendidikan dan kesehatan dan tentu ini sangat sejalan dengan organisasi kami,” ungkap Pham.
Selain Hilman, hadir pula sejumlah tokoh Muhammadiyah antara lain Direktur LazisMu Ibnu Tsani, Sekretaris LazisMu Gunawan Hidayat, Dewan Pakar MPM PP Muhammadiyah Syafii Latuconsina, serta Bendahara MPM PP Muhammadiyah Nasrullah.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana model sosial yang dikembangkan Muhammadiyah dapat menginspirasi mitra internasional, termasuk VinFast. Harapan bersama, kolaborasi ini nantinya bisa diperluas ke ranah pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga peningkatan kesejahteraan sosial.
“Kami berharap kedua pihak dapat terus belajar satu sama lain dan berbagi pengalaman sehingga hal tersebut akan menghasilkan manfaat secara luas bagi masyarakat,” tandas Pham.
(lam)