Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home masjid detail berita

Khutbah Tarawih: Keistimewaan Ramadhan, Menjemput Terkabulnya Doa 24 Jam dan Berburu Lailatul Qadar

nabil Rabu, 25 Februari 2026 - 19:40 WIB
Khutbah Tarawih: Keistimewaan Ramadhan, Menjemput Terkabulnya Doa 24 Jam dan Berburu Lailatul Qadar
Ustaz KH. Zainudin Nur saat memberikan khutbah tarawih di Masjid Baitul Hilmi, Tomang, Jakarta Barat, Selasa (25/2/2026).

LANGIT7.ID-Jakarta; Bulan suci Ramadhan selalu menjadi pusaran momen spiritual yang dinantikan umat Islam. Lebih dari sekadar ibadah menahan lapar dan dahaga, bulan ini adalah fasilitas luar biasa yang disediakan Allah SWT untuk penyucian diri dan pengabulan doa hamba-hamba-Nya.

Esensi mendalam ini ditekankan oleh Ustaz KH. Zainudin Nur dalam khutbahnya di Masjid Baitul Hilmi, Tomang, Jakarta Barat. Melalui paparannya, beliau mengajak umat Islam untuk memahami anatomi kemuliaan Ramadhan agar tidak melewatinya dengan sia-sia.

Pembakaran Dosa dan Puasa Sebagai Perisai


Mengawali penjelasannya, Ustaz KH. Zainudin Nur membedah akar kata Ramadhan secara etimologi. Kata Ramadhan berasal dari syiddatul harr yang bermakna panas yang sangat menyengat. Hal ini mengkiaskan Ramadhan sebagai momentum "pembakaran" untuk menghanguskan tumpukan dosa umat manusia.

Proses penyucian diri ini sejalan dengan ibadah puasa itu sendiri, yang jika dijalani dengan keimanan penuh, akan menjadi perisai tangguh yang membebaskan seseorang dari siksa api neraka. Di saat yang bersamaan, puasa melatih kesabaran umat Muslim dalam menahan hawa nafsu, sehingga bulan ini juga karib disebut sebagai bulan kesabaran sekaligus Syahrur Rahmah (bulan kasih sayang).

Baca juga: Khutbah Tarawih: Memaknai Esensi Ramadhan, Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini Perbedaan 'Siyam' dan 'Shaum'

Syahrul Ijabah: Terbukanya Pintu Langit 24 Jam

Ketika dosa-dosa berguguran dan rahmat Allah turun, Ramadhan juga hadir membawa keistimewaan lain sebagai Syahrul Ijabah, yakni bulan dikabulkannya doa. Ustaz KH. Zainudin Nur menyoroti secara tajam perbedaan keistimewaan waktu berdoa di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya.

"Apa perbedaan ramadhan dan bulan lainnya. Yaitu kalau di bulan lain hanya ada waktu-waktu tertentu saja Allah mengabulkan doa kalian. Kalau ramadhan itu 24 jam Allah mengabulkan doa kalian," papar Ustaz KH. Zainudin Nur, dikutip Rabu (25/2/2026).

Mengingat pintu langit terbuka lebar tanpa henti selama 24 jam, beliau mengingatkan jamaah agar tidak pelit bermunajat. Secara khusus, ada tiga doa utama bersumber dari Al-Qur'an dan hadis yang sangat pantang dilewatkan selama bulan suci:

  1. Memohon Pembebasan dari Api Neraka Memperbanyak bacaan: "Allahumma a'tiq riqobana minan-naar" (Ya Allah, bebaskanlah diri kami dari siksa api neraka).
  2. Memohon Disampaikan pada Lailatul Qadar Membaca doa: "Allahumma ballighni Lailatal Qadar" (Ya Allah, sampaikanlah aku pada malam Lailatul Qadar).
  3. Memohon Diterimanya Amal Ibadah Membaca doa: "Rabbana taqabbal minna, innaka antas-sami'ul 'alim" (Ya Tuhan kami, terimalah amal ibadah kami, sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).


Baca juga: Khutbah Tarawih: Catat! Ini 9 Hal yang Bisa Membatalkan Puasa Ramadhan

Lailatul Qadar, Puncak yang Harus Diperjuangkan


Seluruh rangkaian penyucian diri dan munajat tanpa henti tersebut pada akhirnya bermuara pada satu pencapaian spiritual tertinggi: Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini adalah garis finis yang paling didambakan.

Namun, Ustaz KH. Zainudin Nur memberikan peringatan tegas bahwa malam kemuliaan ini tidak akan turun secara cuma-cuma kepada mereka yang sekadar rebahan sembari menahan lapar di siang hari.

"Lailatul qodar bukan hadiah, tapi harus dilaksanakan, usaha dengan mendirikan ibadah di 10 yang terakhir," tegasnya.

Kutipan ini menjadi alarm pengingat bagi umat Islam, puncak keberkahan Ramadhan hanya bisa digapai dengan dedikasi dan intensitas ibadah yang justru harus terus memuncak, bukan mengendur, di sepuluh malam terakhir.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)