LANGIT7.ID, Jakarta - Adzan menurut bahasa artinya
al-i'lam (pemberitahuan). Sedangkan menurut istilah adzan merupakan
al-i'lamu bidukhuli waqti ash-shalati bi alfadzin makhsusah (pemberitahuan masuk waktu shalat (wajib) dengan lafaz-lafaz yang telah ditentukan).
Adzan baru disyariatkan pada tahun pertama hijriah. Setiap muslim yang mendengar adzan pun dituntut untuk mengucapkan, mengulangi, ataupun menjawab sebagaimana yang diucapkan muazin (orang yang adzan), sekalipun belum memiliki wudhu (bersuci) atau perempuan haid. Hal tersebut berdasarkan hadits berikut:
Baca Juga: Adzan Panggilan Shalat Wajar Dikumandangkan Lewat Pengeras SuaraDari Abi Sa'id al-Khudzriy, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila kamu mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana apa yang diucapkan muazin." (HR Bukhari dan Muslim).
Menurut riwayat Muslim dari Umar, tentang keutamaan mengucapkan kalimat per kalimat sebagaimana yang diucapkan muazin kecuali dua hayya (
hayya 'ala al-shalah dan
hayya ala al-falah), maka hendaknya mengucapkan,
la haula wala quwwata illa billah atau boleh juga dilengkapi dengan
aliyil adzim.Hadits ini memerintahkan orang yang mendengar adzan agar mengucapkan seperti yang diucapkan muazin. Menjawab lafaz adzan tersebut berlaku bagi siapapun yang mendengarnya baik berada di rumah, di jalan atau di masjid.
Baca Juga: Adzan Disoroti Media Asing, Kemenag: Tuntunan Pengeras Suara Masih RelevanTermasuk juga mereka yang tengah rapat atau dalam majelis taklim agar menghentikan kegiatannya sejenak untuk mendengarkan dan menjawab adzan. Sayangnya masih banyak ummat Islam yang kadang membiarkan begitu saja kumandang adzan lantaran asyik dengan aktivitasnya.
Keutamaan AdzanBanyak hadits yang menjelaskan keutamaan adzan, di antaranya, dari Abi Hurairah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "
Andai orang-orang tahu (keutamaan) adzan dan shaf yang pertama kemudian tidak mendapatkan (kesempatan) kecuali harus dengan mengundi pasti mereka akan mengundi, dan andai mereka tahu (keutamaan) Shalat Dzuhur pasti mereka akan berlomba, dan andai mereka mengetahui (keutamaan shalat) Isya dan Subuh pasti mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak." (HR al-Bukhari).
Hadits ini menunjukkan keutamaan adzan, shaf pertama, Shalat Dzuhur, Isya dan Subuh.
Baca Juga: Adzan Kembali Berkumandang di Jerman setelah 2 Tahun SunyiDari Uqbah bin Amir, dia berkata, aku mendengar Nabi SAW bersabda, "
Tuhanmu merasa bangga dengan seorang pengembala kambing di lereng gunung,
dia adzan dan shalat, kemudian Allah berfirman, Lihatlah hambaku ini, dia adzan dan mendirikan shalat, dia takut kepada Ku, sungguh Aku akan mengampuni hamba Ku dan memasukkannya ke surga." (HR. Ahmad).
Demikianlah di antara adab dan kewajiban tatkala adzan berkumandang. Selain menjawab muazin, ada keutamaan-keutamaan lain yang dapat kita amalkan.
Baca Juga:
Tempat Dilarang Mengumandangkan Adzan, Jangan Jadi Mainan
Keutamaan Berdoa setelah Adzan, Dapat Syafaat Rasulullah(asf)