Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juni 2026
home global news detail berita

Jelang Muktamar ke-35, Munas-Konbes NU di Kediri Bahas Sejumlah Isu Strategis

esti setiyowati Ahad, 21 Juni 2026 - 18:52 WIB
Jelang Muktamar ke-35, Munas-Konbes NU di Kediri Bahas Sejumlah Isu Strategis
Jelang Muktamar ke-35, Munas-Konbes NU di Kediri Bahas Sejumlah Isu Strategis. Foto: TVNU
LANGIT7.ID, Kediri,- - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 20-22 Juni 2026 akan membahas sejumlah agenda strategis organisasi.

Ketua Steering Comittee Munas dan Konbes NU 2026, KH Ahmad Said Asrori, mengatakan bahwa Munas-Konbes NU menjadi forum terakhir pada masa kepengurusan PBNU saat ini sebelum organisasi memasuki tahapan persiapan Muktamar ke-35 NU.

“Munas dan Konbes ini pembahasannya adalah menyangkut masalah-masalah dunia, menyangkut waqi'iyah, qanuniyah, dan maudlu'iyyah. Sekaligus nanti membahas tentang organisasi, kemudian komisi rekomendasi, program, dan lain-lain yang berhubungan dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia,” katanya di Kediri, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri: Panitia Matangkan Persiapan, Targetkan Keamanan Lebih Ketat

Ia menambahkan, agenda penting yang akan dibahas di kegiatan tersebut mencakup persoalan keagamaan, penguatan organisasi, serta isu-isu kebangsaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ahmad Said berharap forum tersebut dapat berjalan sukses dan melahirkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdlatul Ulama maupun masyarakat secara umum.

“Harapannya Munas Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira, bahagia, dan tentu yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat khususnya bagi warga NU, warga pondok pesantren, warga Indonesia semuanya,” ujarnya.

Perbedaan Munas dan Konbes NU

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, Amin Said Husni, menjelaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama merupakan dua forum permusyawaratan yang memiliki fungsi dan kewenangan berbeda dalam tata kelola organisasi NU.

Baca juga: Gus Salam: Munas di Ponpes Ploso Bisa Jadi Penentu Arah Baru NU, Semua Pihak Kami Harap Sepakat

Meski demikian, kedua forum tersebut hampir selalu diselenggarakan secara bersamaan.

Ia menjelaskan bahwa Munas dan Konbes berada satu tingkat di bawah muktamar sebagai forum tertinggi di lingkungan NU.

Amin Said Husni menerangkan, peserta Munas berasal dari unsur Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia. Sementara itu, Konbes diikuti oleh perwakilan Tanfidziyah PWNU dari 38 provinsi.

“Munas membahas masalah diniyah atau keagamaan, baik yang sifatnya waqi’iyah, maudlu’iyyah maupun qanuniyah,” ujarnya.

Masalah waqi'iyah berkaitan dengan persoalan hukum yang muncul dari dinamika dan realitas sosial masyarakat. Adapun maudlu'iyyah merupakan pembahasan tema-tema tertentu yang dinilai penting untuk dikaji dari perspektif keagamaan NU.

Sementara itu, qanuniyah menyangkut sikap organisasi terhadap berbagai regulasi dan peraturan perundang-undangan, baik yang telah berlaku maupun yang masih dalam proses pembahasan.

Di sisi lain, Konbes memiliki mandat untuk membahas dan menetapkan Peraturan Perkumpulan (Perkum), yakni regulasi organisasi yang kedudukannya berada di bawah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

“Kalau AD/ART dibahas dan diputuskan serta ditetapkan oleh muktamar. Sedangkan peraturan perkumpulan atau Perkum itu adalah regulasi yang dibahas dan ditetapkan di dalam Konbes ini,” jelasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan