Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 19 September 2026
home global news detail berita

Buntut Ketegangan Trump-Wartawan, Media CNN dan Politico Dilarang Masuk ke Gedung Putih

lusi mahgriefie Sabtu, 19 September 2026 - 09:23 WIB
Buntut Ketegangan Trump-Wartawan, Media CNN dan Politico Dilarang Masuk ke Gedung Putih
LANGIT7.ID-, New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan secara mendadak mengenai larangan terhadap CNN dan beberapa media lainnya memasuki White House (Gedung Putih). Hal ini merupakan buntut ketegangan Trump dengan sejumlah media.

Selain CNN, media lain yang dilarang masuk White House yaitu MSNBC dan Politico.

Hal tersebut disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Jumat (18/9). Trump menyatakan bahwa media-media tersebut terus-menerus menulis atau melaporkan fiksi atau kebohongan mengenai pemerintahannya, meskipun ia tidak memberikan contoh spesifik.

Trump kemudian menyebut langkah itu sebagai "larangan yang sangat sederhana", namun tidak menjelaskan bagaimana pelarangan tersebut akan diterapkan. Belum jelas apakah karyawan dari media-media tersebut akan dilarang memasuki area White House.

Reaksi CNN yaitu segera mengecam langkah tersebut sebagai serangan ilegal terhadap kebebasan pers Amerika. Langkah Trump ini kemungkinan besar akan menghadapi tantangan hukum.

Para reporter dari Politico maupun CNN masih berada di kompleks White House tak lama setelah pengumuman tersebut disampaikan.

Bahkan sebuah tim liputan CNN juga sedang mendampingi Wakil Presiden JD Vance dalam perjalanan menuju dan kembali dari sebuah acara di Iowa.

Baca juga: Pangeran Saudi Dikabarkan Hubungi Trump Dua Kali untuk Serang Houthi, Tapi Permintaannya Ditolak

Dalam sebuah pernyataan, jaringan berita tersebut menyebut potensi pelarangan itu sebagai tindakan ilegal dan menyatakan pihaknya mendukung sepenuhnya tim kami di Gedung Putih serta pemberitaan mereka yang adil dan akurat.

"Kami memiliki hak berdasarkan Konstitusi AS untuk melakukan peliputan tersebut tanpa hambatan atau campur tangan dari pemerintah," demikian bunyi pernyataan CNN dilansir BBC, Sabtu (19/9/2026).

"Jika larangan yang diancamkan oleh Presiden Trump benar-benar diberlakukan, hal itu akan menjadi serangan ilegal terhadap hak mendasar yang dilindungi oleh konstitusi tersebut," lanjut pernyataan tersebut.

Sementara Politico juga mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka akan terus memberitakan Gedung Putih saat ini maupun pemerintahan mendatang secara adil.

"Kami akan dengan gigih membela hak-hak kami berdasarkan Amandemen Pertama terhadap segala upaya untuk membatasinya."

Berbeda dengan MS NOW, yang sebelumnya bernama MSNBC, mereka memilih diam dan menolak berkomentar.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan: "Media seharusnya tidak boleh terus-menerus menulis atau menyiarkan fiksi dan kebohongan saat meliput Presiden Amerika Serikat, Pemerintahan Trump, atau Amerika Serikat. Media-media lain akan menyusul."

Baca juga: Trump Murka, Desak Iran Hentikan Eksekusi Demonstran: “Harus Dihentikan Sekarang!”

Unggahan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik berita atau liputan yang memicu langkah tersebut.

Presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Jacqui Heinrich, menyatakan bahwa mereka membela rekan-rekan mereka yang "menjadi sasaran karena menjalankan tugas mereka".

"Ini bukan sekadar soal hak-hak jurnalis," ujar Heinrich, yang juga bekerja untuk Fox News. "Ini menyangkut hak rakyat Amerika untuk mendapatkan informasi yang utuh dan independen mengenai kegiatan, kebijakan, dan keputusan siapa pun yang memegang jabatan tertinggi di negara ini."

Saat ditanya mengenai larangan tersebut kemudian di Ruang Oval, Trump mengatakan bahwa tidak ada alasan khusus mengapa pengumuman itu disampaikan pada Jumat sore.

"Ini sebenarnya hanya akumulasi dari berbagai pemberitaan selama beberapa tahun terakhir," ujarnya. "Anda jadi muak karenanya."

Trump menambahkan bahwa "mungkin ada pihak lain yang akan menyusul langkah mereka", namun ia tidak menyebutkan nama media tertentu.

Ia juga mengakui akan ada kemungkinan terjadi gugatan hukum setelah pengumuman tersebut, seraya berkata, "Menurut saya, baik untuk menyampaikannya, terlepas dari apakah kebijakan ini nantinya akan bertahan atau tidak."

Merunut ke belakang, sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump dan para pejabat pemerintahannya berulang kali berselisih dengan anggota korps pers Gedung Putih.

Baca juga: Di Tengah Konflik, Amerika Izinkan Delegasi Iran Hadiri Pertemuan PBB di New York

Pada masa jabatan keduanya, Trump juga telah mengambil langkah untuk menghadirkan blogger konservatif, influencer, dan pihak media lainnya ke dalam ruang pers, dengan alasan bahwa hal tersebut diperlukan untuk menyajikan beragam perspektif kepada masyarakat Amerika.

Pada bulan Februari, Gedung Putih mengumumkan pengambilalihan kendali atas "press pool" (kelompok wartawan perwakilan) yang memiliki akses ke Trump, sebuah kelompok yang selama lebih dari satu abad dikelola oleh Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Pada bulan yang sama, pemerintah melarang wartawan dan fotografer Associated Press (AP) memasuki area dengan akses terbatas, seperti Ruang Oval atau pesawat Air Force One, akibat penggunaan istilah "Gulf of Mexico" (Teluk Meksiko) oleh kantor berita tersebut, alih-alih "Gulf of America" (Teluk Amerika).

Associated Press segera mengajukan gugatan hukum, dan hingga kini kasus tersebut masih terus berjalan. (*/lsi/bbc)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 19 September 2026
Imsak
04:19
Shubuh
04:29
Dhuhur
11:50
Ashar
15:01
Maghrib
17:52
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan