Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 Juli 2026
home global news detail berita

Keutamaan Puasa Arafah Dapat Menghapus Dosa, Begini Niatnya

fajar adhitya Ahad, 18 Juli 2021 - 17:27 WIB
Keutamaan Puasa Arafah Dapat Menghapus Dosa, Begini Niatnya
jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Senin (19/7/2021) besok, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1442 H, jemaah haji akan melakukan ibadah wukuf di Arafah. Umat Islam yang tidak berangkat haji disunnahkan melaksanakan puasa Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan tersendiri dibanding puasa sunnah lainnya. Nabi Muhammad berkata, puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang (Hadits Riwayat Muslim).

Mereka yang ingin berpuasa Arafah 9 Dzulhijjah dianjurkan untuk melafalkan niat puasa sunnah Arafah di malam harinya. Niat Puasa Arafah yakni, nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati Arafah lillahi ta'ala. Artinya, aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.

Adapun muslim yang tiba-tiba ingin berpuasa Arafah selepas Adzan Subuh atau pagi hari, boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat sunnah puasa Arafah seketika itu juga. Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Mengutip nu.or.id, untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh hingga gelincir matahari atau Zuhur.

Niat puasa sunnah Arafah susulan, nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati Arafah lillahi ta'ala. Artinya, "aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan