LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid semestinya berperan menguatkan pemahaman agama yang moderat sesuai dengan nilai dan budaya Indonesia. Guna mewujudkan hal tersebut, masjid didorong menjadi tempat penyemaian dakwah yang menyejukkan dalam praktik kehidupan sehari-hari
“Di dalam masyarakat yang majemuk, seperti Indonesia, masjid dapat difungsikan untuk memberikan dakwah yang bersifat menyejukkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, serta tempat strategis untuk menyemai nilai-nilai sikap moderat dalam beragama,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Cecep Khairul Anwar dikutip Rabu (24/11/2021).
Moderasi beragama harus menjadi modal dasar membangun relasi sosial keagamaan yang erat dan produktif. Baik tujuan agama itu sendiri, maupun tujuan kebangsaan secara luas.
Baca Juga: Bolehkah Orang yang Junub Masuk ke Dalam Masjid?Menurut dia, masjid memiliki beragam fungsi yang bisa digunakan umat muslim untuk membahas berbagai persoalan keumatan. Masjid sebagai jembatan yang menghubungkan antarumat manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia.
“Bahkan ketika zaman Rasulullah masjid itu fungsi sosialnya lebih besar. Karena inti di dalam ajaran Islam pun, ibadah sosial itu lebih besar dari pada ibadah pribadi. Misalnya kalau kita shalat sendirian dengan berjemaah tentu pahalanya juga berbeda,” kata Cecep.
Baca Juga: Melirik Masjid Unik Berbentuk Kabah di Baleendah BandungPada agenda Pembinaan Kemakmuran dan Standardisasi Masjid yang digelar Kanwil Kemenag DKI Jakarta itu, Cecep meminta DKM se-DKI Jakarta untuk bersinergi dan melakukan inovasi, agar masjid semakin banyak jemaahnya dan menyenangkan umat.
“Sesungguhnya, masjid selalu terkait dengan kualitas umat. Oleh karena itu mari jadikan masjid sebagai benteng perubahan bagi umat Islam menuju kualitas kehidupan rohani, moral, dan kehidupan sosial yang lebih baik,” tuturnya.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Bekerja pada Non Muslim?Baca Juga: Dewan Muslim Inggris Gelar Konferensi Virtual Sosialisasikan Masjid(zhd)