Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Jangan Didik Anak Secara Keras agar Tak Jauhi Orang Tua dan Salah Pergaulan

Muhajirin Rabu, 24 November 2021 - 22:50 WIB
Jangan Didik Anak Secara Keras agar Tak Jauhi Orang Tua dan Salah Pergaulan
Ilustrasi orang tua berlaku keras terhadap anak (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Dokter Pakar Neuroparenting, dr Aisah Dahlan, mengingatkan para orang tua agar tidak mendidik anak dengan cara yang keras. Perilaku anak kelak saat dewasa merupakan cerminan dari didikan orang tua. Buah pendidikan itu tergantung dari mendidik.

Mendidik anak dengan cara yang keras akan berdampak pada perkembangan si anak. Salah satu dampaknya adalah anak akan menjauhi orang tua, dan mencari lingkungan baru. Tentu hal ini tidak sesuai dengan anjuran Al-Qur’an.

“Di dalam Al-Qur’an juga kita sudah dilarang untuk keras. Allah berfirman, maka karena rahmat Allah engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau keras dan berhati kasar mereka menjauh darimu (lihat QS Ali Imran ayat 159),” kata dr Aisah melalui kanal youtube Alid TV, dikutip Rabu (24/11/2021).

Orang tua yang terlalu kasar dan keras terhadap anak akan sangat berbahaya. Dr Aisah menceritakan salah seorang pasiennya yang kecanduan narkoba. Pasien itu terjebak ke lingkungan salah hanya karena mendapat pendidikan terlalu keras dari orang tua.

“Maka anak menjauh dari orang tua, sering nongkrong-nongkrong di luar rumah. Bahayanya karena bandar narkoba masih banyak berkeliaran di sana. Bahayanya jika anak ketemu sama bandar narkoba dan mendapat solusi yang salah di waktu yang salah,” tutur dr Aisah.

Maka dari itu, dia meminta agar orang tua bersikap lemah lembut kepada anak saat mendidik. Namun, jika orang tua sudah mendidik dengan lembut, tetapi anak masih bersikap acuh, orang tua hendaknya memaafkan mereka.

"’Ya Allah maafkanlah anakku’, kita ngomong sebagai orang tua. Saya maafkan anakku ya Allah, sebut namanya dan memohonkan ampun untuk dia,” tuturnya.

Sikap lemah lembut orang tua kepada anak sebenarnya merupakan rahmat Allah Ta’ala. Sebab, pada dasarnya orang tua kepada anak kandung maunya cepat dan sulit lembut. Berbeda ketika ke anak orang lain, lebih mudah lemah lembut.

Cara Tepat Menegur Anak

Di sisi lain, dr Aisah juga memberikan tips menegur anak. Menegur bukan hanya karena sang anak membuat kesalahan saja. Diperlukan seni menegur, agar anak tidak tersinggung, tetapi bisa tersentuh.

Tersinggung dan tersentuh pada hakekatnya sama, terkena. Tetapi, tersinggung memiliki goncangan luar biasa, kalau tersentuh tidak ada goncangan namun lembut.

“Banyak saya lihat orang tua menegur anak, tetapi anaknya bingung, ‘apa salahku bunda?’ itu terjadi sebenarnya karena kita belum memberi peraturan. Misalnya menegur anak buang sampah sembarangan. Kalau kita tidak pernah kasih tau jangan buang sampah sembarangan, bingung dia,” ucapnya.

Nah, poin utama dalam seni menegur anak adalah memberikan peraturan terlebih dahulu. Orang tua harus menjelaskan secara perlahan pada momen yang tepat untuk menyampaikan peraturan itu. Ini agar anak tidak merasa keberatan.

“Makanya kalau kita mau menegur, kita orang tua harus mengingat dulu pernah kasih tau nggak yah,” ujarnya.

Kedua, orang tua juga tidak boleh membuat label kepada anak. Contoh saja menyebut anak dengan label bodoh, nakal, jorok, pencuri, atau penakut. Label itu memiliki dampak negatif kepada anak. Label itu akan terekam dalam otak anak, sehingga akan terpatri hingga dewasa.

“Itu di otaknya anak langsung tertanam. Itu sangat berbahaya, kalau ibunya bilang anak langsung merekam, karena ibulah yang melahirkan,” ucapnya.

Anak selalu berharap pembelaan dari sang ibu jika ada orang yang mengejeknya. Namun jika ibu yang justru mengejek atau memberi label, itu akan membuat hati anak hancur. Namun jika sudah terlanjur, maka orang tua tidak boleh meratapi dan merasa bersalah, harus diganti dengan rasa kurang.

Hal ini karena merasa bersalah akan berbahaya, menjadi sakit dan paling parah bisa menyalahkan Allah Ta’ala. Namun jika merasa kurang, itu bisa diisi. Zaman milenial saat ini memang berbeda dengan zaman dulu yang banyak mengadopsi gaya kolonial, sehingga wajar banyak keliru dalam pola asuh anak.

“Jangan segan-segan orang tua untuk meminta maaf kepada sang anak apabila orang tua melakukan kesalahan,” ucapnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan