LANGIT7.ID - Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, membeberkan salah satu ibadah yang bisa membuat kalangan setan jengkel. Ibadah itu bukan shalat, tetapi tidak memiliki sifat iri kepada orang lain yang bisa membuat setan jengkel menyaksikan hal tersebut.
Dia menceritakan tentang seorang ulama yang memilih tinggal dan belajar kehidupan di pegunungan. Ulama itu tidak pernah memikirkan urusan duniawi, apalagi sifat iri atas pencapaian orang lain.
“Maka ada ulama yang tiap pagi itu berkantor di gunung. Ongkang-ongkang di gunung, lalu pada bebatuan ia belajar. Dzikirnya ulama itu bukan sekadar subhanallah walhamdulillah. Apa enaknya jadi raja, lebih enak saya menganggur tanpa ada yang mengganggu. Tapi malah jadi wali, sebab berkahnya tidak pernah iri kepada raja maupun iri ingin jadi presiden,” kata Gus Baha, dikutip kanal youtube Santri Official, Kamis (25/11/2021).
Gus Baha lalu mewanti-wanti kepada umat muslim agar pandai bersyukur dan sebisa mungkin menghindari sifat iri. Tidak perlu melihat nikmat yang dianugerahkan ke orang lain. Sebab, ibadah paling tinggi dan dibenci oleh setan itu ketika seorang muslim merasa bahagia serta pandai bersyukur atas segala nikmat yang diterima.
“Ibadah paling menjengkelkan setan itu satu, bahagianya orang mukmin. Diingat-ingat bahagianya orang mukmin. Orang mukmin kalau bahagia itu setan selesai sudah. Setan sampai nangis hingga mengotori mukanya dengan tanah ketika melihat orang mukmin bahagia,” ucap Gus Baha.
Gus Baha memastikan jika umat muslim yang tidak pandai bersyukur. Hidupnya akan selalu merasa kurang dan tidak pernah puas atas nikmat Allah Ta’ala yang telah diberikan kepadanya. “Tidak menggugat Tuhan itu ciri khas umat mukmin sejati,” tuturnya.
(jqf)