Langit7, Jakarta - Inflasi dunia menunjukan tanda-tanda kenaikan signifikan. Biro Statistik Inggris melaporkan, dilihat
consumer price index (CPI) inflasi melesat 4,2 persen di bulan Oktober dari tahun sebelumnya (yoy).
Inflasi Inggris di bulan Oktober menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir, tepatnya sejak November 2011. Inflasi tersebut lebih dari dua kali lipat dari target bank sentral Inggris.
Hal yang sama juga terjadi di zona euro, di mana inflasinya tumbuh 4,1 persen yoy, jauh di atas target
European Central Bank sebesar 2 persen.
Baca juga: Ekonom Sebut Terjadi Masalah Supply Chain di Situasi PandemiKenaikan harga produsen juga terjadi di Eropa yang naik sebesar 16.3 persen, China 13,5 persen, dan AS sekitar 8.6 persen.
Pemerintah AS beberapa waktu lalu melaporkan inflasi CPI di bulan Oktober dilaporkan tumbuh 6,2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan September 5,4 persen yoy. Inflasi tersebut merupakan yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
"Saya rasa sulit dihindari bahwa kita akan resesi, karena ekonomi kita kemampuannya akan menurun," jelas
Managing Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan di Webinar Pemuliuan Ekonomi di Tengah Kenaikan Inflasi Dunia, Jumat (26/11).
Baca juga: Pemerintah Dinilai Kurang Tegas Atasi Pandemi Covid-19Ia menyebutkan, kebijakan ekonomi global bakal berdampak pada Indonesia. Di mana pendapatan negara atau APBN akan terancam menurun.
"Sehingga nantinya komoditas, devisa, dan neraca transaksi berjalan defisitnya akan mengalami peningkatan," katanya.
Selain itu, lanjut dia, akan terjadi
dolar outflow. Artinya, rupiah terancam terdepresiasi.
"Maka hal itu akan terjadi konsekuensi logis. Di mana Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan," kata dia.
Baca juga: DPR: Keputusan MK soal UU Ciptaker Final dan MengikatMenurutnya, jika hal itu benar-benar terjadi, ditambah dengan rencana kebijakan kenaikan pajak pada tahun mendatang maka akan membebani daya beli masyarakat.
"Selain itu, jika pandemi pada tahun depan masih belum berakhir juga akan menyebabkan Indonesia masuk ke dalam resesi," jelasnya.
(zul)