LANGIT7.ID, Jakarta - Pakaian telah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern. Pakaian saat ini tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan primer, tapi juga kebutuhan tersier yang bersifat prestise.
Termasuk perhiasan serta aksesori yang melekat di tubuh. Para produsen
fashion pun berlomba-lomba menghadirkan produk yang menarik, indah, nan modis demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi.
Keinginan untuk tampil modis dan penuh gaya terjadi di seluruh lapisan ekonomi masyarakat. Bagi kalangan ekonomi atas, tampil modis dengan barang-barang bermerek bukanlah persoalan.
Baca Juga: Benarkah Malaikat Tak Masuk ke Rumah yang Ada Anjingnya? Begini Penjelasan Gus BahaNamun, bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, mereka harus putar otak agar bisa tampil setara atau minimal diakui sebagai “orang berpunya”, salah satunya dengan menyewa. Karenanya tak heran bila marak bermunculan jasa penyewaan barang-barang bermerek.
Dalam Islam, tampil modis dan penuh gaya adalah hal yang diperbolehkan, terutama ketika melaksanakan ibadah. Allah pun telah menyediakan berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya.
Baca Juga: Tafsir An Naml Ayat 88: Gunung Terlihat Tetap Ternyata BergerakFirman Allah dalam Surat Al A’raf ayat 26:
يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Artinya: Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.
Muhammad Qurais Shihab dalam Tafsir Al Misbah menjelaskan, kata (س لِبَا) adalah segala sesuatu yang dipakai, baik penutup badan, kepala atau yang dipakai di jari dan lengan seperti cincin dan gelang.
Baca Juga: 15 Warga Meninggal Dunia, 27 Lainnya Hilang Akibat Erupsi SemeruSedangkan (رِيْش) pada mulanya berarti bulu, dan karena bulu binatang merupakan hiasan dan hingga kini dipakai oleh sementara orang sebagai hiasan, baik di kepala maupun melilit di leher, maka kata tersebut dipahami dalam arti pakaian yang berfungsi sebagai hiasan.
Dengan demikian, dapat dipahami dua fungsi dari sekian banyak fungsi pakaian, yakni, sebagai penutup aurat dan etika kesopanan serta sebagai hiasan yang menambah keindahan pemakainya. “Ini memberi isyarat bahwa agama memberi peluang yang cukup luas untuk memperindah diri dan mengekspresikan keindahan,” tulisnya.
Allah menyatakan sebaik-baik bagi manusia adalah pakaian taqwa, yakni pakaian ruhani. Rasulullah melukiskan iman sebagai sesuatu yang tidak berbusana dan pakaiannya adalah taqwa.
Baca Juga: Soal Pesan Berantai Masuknya Jumadil awal, Ini Kata UlamaPakaian taqwa bila telah dikenakan seseorang, maka ma'rifat akan menjadi modal utamanya, pengendalian diri ciri aktivitasnya, kasih asas pergaulannya, kerinduan kepada Ilahi tunggangannya, zikir pelipur hatinya, keprihatinan adalah temannya, ilmu senjatanya, dan sabar busananya.
Kemudian, kesadaran akan kelemahan di hadapan Allah kebanggaannya, zuhud (tidak terpukau oleh kemegahan duniawi) perisainya, kepercayaan diri harta simpanan dan kekuatannya, kebenaran andalannya, taat kecintaannya, jihad kesehariannya, dan shalat adalah buah mata kesayangannya.
“Jika pakaian taqwa telah menghiasi jiwa seseorang, maka akan terpelihara identitasnya, lagi anggun penam pilannya. Anda akan menemukan dia selalu bersih walau miskin, hidup sederhana walau kaya, terbuka tangan, dan hatinya,” tulis Quraish Shihab.
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Pentingya Mitigasi Bencana dan Bijak Hadapi Musibah(zhd)