LANGIT7.ID, Jakarta - Pada Ahad (5/12/2021) kemarin, bertepatan dengan pergantian bulan hijriah dari Rabiul Akhir ke Jumadil Awal 1443 Hijriah, sebuah pesan singkat yang diklaim sebagai sabda Rasulullah tentang memberitakan masuknya Jumadil Awal beredar di media sosial.
Pesan tersebut berbunyi: Assalamualaikum, Mulai Malam Ini (Ba'da Maghrib Sudah Masuk 1 Jumadil Awal Rasullullah Bersabda "Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Jumadil Awal Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya".
Pesan tersebut menyebar secara berantai dari satu ponsel ke ponsel lainnya, dari satu akun ke akun lainnya. Pesan tersebut menyampaikan amalan yang disebut berasal dari Rasulullah bahwa barang siapa yang memberitakan masuknya Jumadil Awal mendapat ganjaran terhindar dar siksa api neraka.
Baca Juga: Bolehkah Korban Pemerkosaan Lakukan Aborsi? Begini Pendapat UlamaNamun, apakah benar Rasulullah menyatakan seperti itu? Pembuat pesan nampaknya mengandalkan metode salin tempel dengan sedikit perubahan redaksi. Sebab, pengamatan
Langit7.id di mesin pencarian Google dan media sosial mendapati bahwa pesan dengan redaksi sejenis sangat banyak.
Misalnya; Tepat jam 00.00 WIB malam nanti akan datang 1 Dzulhijjah. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memberitahukan berita 1 Dzulhijjah kepada yang lain, maka haram api neraka baginya.” Pesan lain menuliskan 1 Shafar, 1 Rajab, Arafah, 1 Sya’ban dan Nisfhu Sya’ban.
Baca Juga: Gus Baha: Akhlak yang Baik, Puncak Keimanan Seorang MuslimUstaz Ammi Nur Baits memastikan bahwa pesan-pesan tersebut merupakan hadits palsu. Pernyataan yang tidak pernah diungkapkan Rasulullah.
Dilansir
Konsultasisyariah.com, Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan fenomena tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Diriwayatkan oleh Al Uqaily dari Hammad bin Zaid, bahwa orang-orang munafik memang gemar membuat hadits palsu.
“Ada yang pernah membuat hadis palsu sebanyak 14.000 hadis. Dan tiga orang yang terkenal sebagai pemalsu hadis pernah membuat hadis palsu lebih dari 4.000 hadis,” katanya.
Baca Juga: Tetap Ingat Allah Saat Ada Bencana, Bacalah Doa Ini Mohon Keselamatan PadaNyaUstadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa orang yang dengan sengaja membuat hadits palsu adalah pendusta yang mengatasnamakan Rasulullah. Pembuat hadits palsu diancam dengan siksa neraka.
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
Artinya: "Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat di Neraka." (Muttafaq ‘alaih).
Baca Juga: Tafsir Al Baqarah Ayat 45: Sabar dan Shalat Saat Hadapi MusibahIbnu Hajar menjelaskan, para ulama sepakat bahwa sengaja berdusta atas nama Rasulullah ahallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk dosa besar, bahkan ulama fiqih Abu Muhammad Al Juwaini sangat keras sehin,gga mengkafirkan orang yang sengaja dusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Baca Juga: Vaksinasi pada Ibu Hamil Dapat Antisipasi Varian Baru Seperti Omicron(zhd)