Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home masjid detail berita

Gus Baha: Akhlak yang Baik, Puncak Keimanan Seorang Muslim

Muhajirin Senin, 06 Desember 2021 - 07:37 WIB
Gus Baha: Akhlak yang Baik, Puncak Keimanan Seorang Muslim
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha (foto: Istimewa)
LANGIT7.ID - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menegaskan, puncak keimanan seorang muslim adalah akhlak yang baik. Menjadi seorang muslim merupakan anugerah dan rahmat tak terhingga dari Allah Ta’ala. Tak semua manusia mendapatkan nikmat tersebut.

Nilai-nilai dan ajaran luhur agama Islam, rahmatan lil-alamin, menjadi bukti betapa Islam mendambakan suatu tatanan masyarakat yang Islami. Sebab, hal itulah yang memberikan kedamaian bagi seluruh makhluk yang berada di alam semesta ini.

Pangkal dari sebuah nilai-nilai Islam itu adalah keimanan kepada Allah Ta’ala. Sementara buah dari iman adalah pengalaman spiritual ruhani. Sehingga, keluaran dari keimanan seorang muslim akan melahirkan kedamaian dan kebahagiaan bagi sesama.

Gus Baha menyebut, bagi seorang muslim beriman, pasti akan memanen buah rasa keimanan tersebut. Hal itu termaktub dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Hanya saja, masalah ini kerap terlupakan. Padahal, bab tersebut merupakan masalah penting untuk menumbuhkan semangat umat Islam meningkatkan keimanan dan mencintai agama Islam sebagai agama perdamaian.

“Rasa manisnya iman ini sering disebut dalam hadits. Tetapi hal ini jarang sekali diangkat oleh banyak orang. Padahal ulama dalam syarah-syarah hadits menjelaskan banyak masalah ini,” kata Gus Baha melalui kanal youtube Ayo Ngaji, dikutip Senin (6/12/2021).

Gus Baha mengutip kutipan dalam kitab Fathul Bari karangan Ibnu Hajar Asqalani, kasihnya iman hanya dapat diperoleh oleh umat Islam yang benar-benar beriman. Manisnya iman yang dirasakan adalah kenyamanan akal pikiran ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW.

Maka orang yang merasakan manisnya iman akan mudah mengikuti segala tindak-tanduk Rasulullah SAW. Hal itu berarti orang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah akan senantiasa melahirkan akhlak yang mulia dan terpuji.

“Orang yang beriman mesti nyaman akal pikirannya. Bayangkan, Nabi Muhammad datang di tengah masyarakat Quraisy, lalu mengatakan bahwa maujudat, alam semesta, atau segala sesuatu yang ada diciptakan oleh Dzat yang ghaib,” ucapnya.

“Masyarakat jahiliyah heran, kok barang yang diciptakan yang tidak ada? Tetapi bagi orang beriman, hal itu nyaman saja pada akal,” lanjut Gus Baha.

Dia mencontohkan orang yang merasakan kenyamanan akal menerima ajaran Rasulullah seperti kepercayaan seorang pasien terhadap dokter. Saat pasien diberi obat, ia akan benar-benar merasa nyaman. Berbeda jika pasien tidak percaya, maka akan menyangkal resep dari dokter.

Nah, ciri orang yang benar-benar adalah senantiasa mudah menerima dan menjalankan tuntunan dari Rasulullah. Puncak dari ajaran Rasulullah adalah akhlak, sehingga keimanan seseorang tidak sempurna jika menanggalkan akhlak mulia.

“Manisnya iman itu puncaknya kenyamanan akal, karena akal dapat merasakan kesempurnaan dan tata riilnya yang dapat mengantarkannya kepada kemaslahatan dunia dan akhirat,” turu Gus Baha.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)