LANGIT7.ID, Jakarta - Remaja masjid merupakan elemen penting rumah ibadah dalam memaksimalkan fungsi layanan dan dakwah Islam. Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan tantangan dalam membangun soliditas organisasi pemuda masjid.
Ketua Prima DMI DKI Jakarta, Ahmad Farhan mengatakan, ikatan remaja masjid sebagai sebuah organisasi harus dikelola dengan profesional. Termasuk mampu bersinergi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan memiliki pemikiran terbuka.
“Kami rasa bahwa namanya anak muda punya sifat cepat bosan ingin sesuatu yang baru. Maka kami mendorong remaja masjid menjadi ‘
food court’, jadi orang masuk ke sana punya beragam pilihan,” katanya saat berbincang dengan
Langit7, Selasa (21/12/2021).
Baca Juga: Masjid Raya Sumbar Raih Penghargaan Arsitektur Terbaik di DuniaFarhan menggambarkan organisasi remaja masjid semacam pujasera yang menawarkan beragam menu makanan. Dengan demikian, generasi muda pun lebih tertarik bergabung dalam remaja masjid karena akan mendapat berbagai keterampilan.
“Ini memang merupakan tantangan, masjid di Jakarta tidak semuanya punya tipologi yang mendukung. Masjid Sunda Kelapa misalnya, ia sangat berkembang karena punya fasilitas, pendanaan, pemikiran pengurusnya juga menunjang,” ujar Farhan.
Baca Juga: Raup Untung dari Budi Daya Jangkrik, Rp18 Juta Sekali PanenKarenanya, Prima DMI DKI Jakarta mendorong remaja-remaja masjid lainnya, terutama yang di wilayah pemukiman warga aktif bertukar pikrian dengan organisasi lainnya. Selain itu, remaja masjid juga diharapkan dapat membuat program-program kerja yang jelas, inspiratif, dan menarik.
“Memang tantangan terberat kami adalah sumber daya manusia yang berbeda pemikiran. Itu yang terus kita dorong bagaimana menyatukan pemikiran yang beragam,” ujarnya.
Farhan mengatakan, Prima DMI DKI Jakarta saat ini sedang fokus melakukan pendataan remaja-remaja masjid di Ibu Kota. Hal tersebut bertujuan untuk memetakan potensi organisasi remaja masjid serta mengefektifkan program-program yang akan dijalankan Prima DMI.
Baca Juga: Mawar Emas, Perlawanan Terhadap Rentenir Berbasis Masjid“Kami sempat bikin kuesioner tentang program, hubungan dengan DKM, sumber pendanaan dan segala macam. Itu bagian dari screening kita. Kira-kira kita remaja masjid butuh apa sih, jangan sampai program yang kita buat tidak dibutuhkan oleh remaja masjid,” ujarnya.
Prima DMI DKI Jakarta mendorong remaja-remaja masjid terus memperkuat eksistensi dan memperluas kontribusinya. Sehingga mereka tidak hanya dikenal di lingkungan setempat, tapi juga menjadi inspirasi remaja masjid lainnya minimal sampai tingkat provinsi.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs Singapura, Statistik Skuad Garuda Kurang Moncer(zhd)