Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Subhanallah, Ini Cara Rasulullah Bercengkrama dengan Keluarga

Jaja Suhana Kamis, 23 Desember 2021 - 22:10 WIB
Subhanallah, Ini Cara Rasulullah Bercengkrama dengan Keluarga
Rasulullah merupakan suri tauladan dalam seluruh aspek. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa interaksi dengan orang lain. Perlu ada tuntunan dalam masyarakat agar antar sesama saling membantu dan saling menguntungkan.

Allah SWT mengutus RasulNya untuk menjadi contoh bagi umat dalam praktik muamalah sehari-hari. Rasulullah merupakan suri teladan umat, akhlak rasul terhadap sesama digambarkan dalam Al-qur'an surat Al Qalam ayat empat, yang artinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."

Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Pusat (PP) Persis, KH Zae Nandang menjelaskan, dalam bermuamalah Rasulullah begitu baik memperlakukan anak dan istrinya. Nabi Muhammad pernah berkata: "Yang terbaik diantara kamu adalah yang baik terhadap keluarganya, dan akulah yang terbaik."

Baca Juga: Prinsip Menuntut Ilmu: Tidak Pilih-pilih Guru dan Ambil Manfaat dari Manapun

"Perkataan nabi itu bukan berarti ketakaburan, tetapi beliau mengisyaratkan dirinya uswatun hasanah, contoh bagi umatnya," kata Kiai Zae Nandang, dikutip dari Persis TV Channel, Kamis (23/12/21).

Berikut penjelasan bagaimana cara rasulullah bermuamalah dengan istri-istri dan anak-anaknya.

1. Muamalah dengan Istri

Rasulullah tidak memberi beban kepada keluarga diluar kemampuan. Nabi tidak menjadikan kesalahan keluarga untuk bertindak dzalim, nabi itu pemaaf dan selalu menjaga kehormatan keluarga.

Suatu ketika rasulullah pulang ke rumah istrinya lalu bertanya, "apakah ada makanan di rumah?" Istrinya menjawab, "ada ya Rasul, hanya roti kering." Mendengar itu nabi tidak marah.

Kiai Zae menjelaskan, Nabi Muhammad tidak marah karena ketenangan di rumah tangga lebih mahal daripada sepotong roti. Walaupun makanannya tidak seberapa tapi jika dinikmati dengan rasa syukur, maka pahalanya besar. Inilah akhlak rasulullah terhadap istri.

Apabila Nabi Muhammad SAW perlu menegur, beliau menyampaikan dengan cara yang baik dan tidak menghinakan. Rasulullah pernah ditanya oleh salah satu istrinya, "siapakah diantara istri-istri Anda ya Rasul, yang lebih dulu menemani Anda ke surga?"

Rasulullah tidak menyebut nama salah seorang istrinya melainkan dengan bijak menjawab, "yang paling dulu menyertai aku ke surga, yang paling panjang tangan di antara kamu." Kemudian muncullah perdebatan di antara istri nabi siapa yang memiliki tangan paling panjang. Namun kemudian, Rasul menjelaskan maksud dari panjang tangan itu, yakni orang paling banyak bersedekah dan berinfak.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Baca Doa Iftitah dalam Shalat? Ini Kata Ulama

"Bila rumah tangga baik, tentu masyarakat di suatu daerah juga akan baik. Kemajuan suatu negara dimulai dari rumah tangga yang baik," tutur Kiai Zae.

2. Muamalah dengan Anak

Mualamah dengan anak, yakni senantiasa mendorong anak cucunya tetap dalam akidah yang sehat dan menjalankan syariat dalam kesehariannya.

Contohnya, Nabi Ibrahim As beliau sangat bagus mendidik keluarganya sehingga berakhlakul karimah. Nabi Ibrahim membangun berkomunikasi dan mendidik anaknya dengan bahasa yang bagus, yaitu bahasa doa.

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

"Artinya: Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doaku. (QS. Ibrahim: 40).

Kemudian doa Nabi Ibrahim dibalas dengan doa oleh anaknya. "Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shagira (Wahai Tuhanku ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil)."

Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat Terkait Toleransi Beragama, Nomor 3 Sering Kendur

Kiai Zae menjelaskan muamalah orang tua dengan anak, hendaknya dibangun dengan komunikasi yang indah. Tidak ada hasud ataupun kebencian, tapi didasarkan pada kecintaan.

"Inilah yang patut dicontoh, bangunlah muamalah dengan doa. Dalam doa ada keikhlasan, ada harapan dan didikan yang baik. Tidak ada muamalah yang baik kecuali dibangun dengan keikhlasan," ujarnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)