LANGIT7.ID, Jakarta - Ibadah memang sebaiknya dilakukan berjamaah di masjid. Beberapa ibadah yang sangat dianjurkan dikerjakan di masjid adalah shalat fardhu, shalat tahiyatul masjid, dan i'tikaf.
Namun, Rasulullah juga menganjurkan beberapa ibadah yang lebih baik bila dilakukan di rumah seperti shalat rawatib dan shalat tahajud. Seruan ini mengandung hikmah agar umat Islam senantiasa menghias rumah dengan amal ibadah.
Dilansir
NU Online, terdapat beberapa ibadah yang lebih afdhal bila dikerjakan di rumah. Ibadah yang lebih afdhal dikalkukan di rumah daripada di masjid yakni shalat sunnah yang tidak berjamaah dan membaca Alquran.
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِالصَّلَاةِ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْجَمَاعَةَ
Artinya: “Lakukan selalu shalat di dalam rumah-rumah kalian. Sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah ketika dilaksanakan di rumahnya sendiri kecuali shalat jamaah. (Sunan Ad-Dârimî).
Baca Juga: Tafsir Surat Al Ahzab Ayat 41: Anjuran Memperbanyak DzikirDalam hadits yang lain, Rasulullah juga berpesan agar rumah seorang muslim sebaiknya tidak sepi dengan shalat dan bacaan Alquran. Rasulullah mengibaratkan rumah yang sunyi dari Alquran dan shalat layaknya kuburan.
Rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an tidak ada sinarnya sama sekali. Nur (cahaya) kosong, sehingga gelap gulita, tanpa ada pelita di dalam rumah itu. Kalau gelap, setan akan betah di rumah itu. Namun apabila dibacakan Al-Qur’an, setan akan lari. Hadits riwayat Abu Hurairah meyebutkan sabda Rasulullah
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَ
Artinya: Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surat al-Baqarah.” (HR Muslim: 780).
Baca Juga: Beribadah di Masjid Syura Makassar, Jamaah Makin Rindu MekkahDalam hadits lain riwayat al-Baihaqiy, Rasulullah berpesan:
نَوِّرُوْا بُيُوْتَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ
Artinya: Terangilah rumah-rumah kalian dengan shalat dan membaca Alquran (HR al-Baehaqi).
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada laman
Rumaysho menjelaskan, ada keterangan dari Ibnul Qayyim rahimahullah, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan hampir seluruh shalat sunnahnya, yaitu shalat sunnah yang tidak memiliki sebab di rumahnya, lebih-lebih shalat sunnah maghrib. Tidak dinukil sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau beliau melaksanakan shalat sunnah tersebut di masjid.” (Zaad Al-Ma’ad, 1:298).
Ustadz Muhammad Abduh lalu menguraikan keutamaan shalat sunnah di rumah, yakni mengikuti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengajarkan istri (karena shalat wanita yang terbaik adalah di rumahnya) dan anak-anak bagaimanakah shalat yang benar. Setan menjauh dari rumah yang di dalamnya rajin didirikan shalat dan dzikir. Lebih ikhlas dan terjauh dari riya’.
Baca Juga: Shalat Sunnah Rawatib: Arti, Hukum, dan Keutamaannya dalam Ibadah(zhd)