LANGIT7.ID, Jakarta - Alquran adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Bagi seorang muslim, Alquran merupakan kitab mulia dan sangat dimuliakan.
Alquran wajib diperlakukan secara terhormat dan beradab sebab berisi kalam Allah yang menjadi petunjuk bagi umat manusia. Sebelum membaca atau bahkan mempelajari Alquran sangat perlu dalam memperhatikan adab-adabnya.
Berikut adab-adab membaca Alquran agar mendapat kesempurnaan ibadah:
1. Membaca Ta’awudzSebelum membaca Alquran hendaknya membaca isti’adzah atau taawudz. Ini merupakan sebuah doa untuk memohon penjagaan dan perlindungan dari godaan setan. Dalam Surat An Nahl ayat 98 Allah berfirman:
Baca Juga: Keutamaan Membaca Al-Qur’an, Syafaat Saat Kiamat hingga Bisa Sederajat dengan Malaikatفَاِ ذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰ نَ فَا سْتَعِذْ بِا للّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Artinya: Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Alquran , mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
2. Tartil Membaca Alquran dengan tartil dan tidak terburu-buru, agar dapat menghayati setiap ayat yang dibaca. Tartil adalah cara membaca Al-Qur‟an dengan cara pelan dan perlahan serta mengucapkan huruf-huruf dari makhrajnya dengan tepat .
Surat Al Muzammil ayat 4:
اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰ نَ تَرْتِيْلًا
Artinya: atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.
3. KhusyukMembaca Alquran dengan khusyuk, dengan menangis karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca sehingga dapat menyentuh jiwa dan perasaan, serta membaguskan suara ketika membaca Alquran.
Baca Juga: Kisah-Kisah dalam Alquran: Peristiwa Pilihan untuk Pelajaran Manusia4. Menghormati Orang LainMembaca Alquran dengan tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah, seperti contohnya tidak mengganggu yang sedang shalat, serta tidak membacanya dengan suara yang terlalu keras atau ditempat yang banyak orang. Bacalah Alquran dengan suara yang lirih dan khusyuk.
Rasulullah Saw bersabda:
أَلَا إِنَّ كُلَّكُمْ مُنَاجٍ رَبَّهُ فَلَا يُؤْذِيَنَّ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَلَا يَرْفَعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِي الْقِرَاءَةِ أَوْ قَالَ فِي الصَّلَاةِ
Artinya: Ingatlah bahwasannya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Alquran ) atau ketika dalam shalat.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi, dan Hakim).
5. Hendaklah Sujud Tilawah Apabila Membaca Ayat SajdahDalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, sujud tilawah sendiri memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah dekat dengan surga. Ini sebagaimana disebutkan Nabi Saw dalam sabdanya:
إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ
Latin: Idza qara'a ibnu Adamaas-sajdah fasajada i'tazalas-syaythona yabkii yaquulu ya waylahu - wa fii riwayati Abi Kuraib Wayli - umiirabnu adama bissujudi fasajada falahul jannah wa umirtu bis-sujudi fa'abaytu falan naar.
Baca Juga: Tafsir Al-Qamar Ayat 17: Alquran Mudah Dipahami Makna dan KandungannyaArti: "Jika anak Adam membaca ayat sajdah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata; ‘Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka."
(zhd)