Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, menilai, kemerdekaan berkaitan erat dengan kedaulatan akhlak sebab perjuangan ulama dahulu memerdekakan Indonesia dari penjajahan merupakan perjuangan moral.
Sudah seharusnya kita berhati-hati dalam melakukan apapun, terutama hal-hal sepele, karena hal tersebutlah terkadang yang menyeret umat muslim ke lubang dosa besar.
Sebagai ummat Nabi Muhammad SAW jika ingin bersama nabi di akhirat, tidak hanya sekadar diucapkan melalui lisan saja dengan sholawatan, tapi juga perlu dibuktikan.
Basuki mengatakan setiap ASN harus memiliki karakter yang baik dan kuat. Karakter yang baik yaitu ikhlas, jujur, dan rendah hati. Ikhlas untuk bekerja secara total atau tidak setengah-tengah.
Hal itu disampaikan pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS). Ia mengingatkan umat muslim jangan terpaku pada ritual ibadah, tetapi juga harus fokus pada perbaikan karakter atau akhlak.
Dia berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadhan untuk membersihkan residu manusiawi tersebut, seperti iri, hasad, dengki, dan takabbur.
Prof. Quraish Shihab mengemukakan empat potensi dasar yang diberikan Allah Ta'ala kepada manusia, yang sudah menjadi pembahasan para filsuf Yunani Kuno.
Habib Abdurrahman Asad Al-Habsyi, menjelaskan bahwa agama Islam merupakan agama kasih sayang. Seorang muslim keberadaannya harus menghadirkan keselamatan untuk diri dan orang-orang disekitarnya.
Moral kemanusiaan yang tinggi merupakan manifestasi dari keimanan dalam hati manusia. Tidak ada fondasi moral yang lebih kokoh daripada keimanan kepada Allah.
pesantren merupakan lembaga pendidikan paling terdepan dalam pendidikan akhlak anak. Santri berada dalam nuansa pendidikan selama 24 jam. Setiap aktivitas memiliki keterikatan kuat dengan pendidikan akhlak.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti, mengatakan, pendidikan hati menjadi hal terpenting dalam ikhtiar membangun sumber daya manusia unggul. Banyak orang cerdas secara intelektual, namun akhlak dipertanyakan.
Rasulullah adalah tetangga yang baik bagi tetangga-tetangganya. Baik tetangga dekat maupun yang jauh. Dalam Islam, tetangga tidak hanya mereka yang tinggal bersebelahan dengan rumah kita. Tetapi selama itu terjangkau dengan jangkauan yang wajar.