LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam beraktivitas sehari-hari, banyak hal kecil yang dilarang namun kita langgar, baik disengaja ataupun tidak. Apakah yang akan diperbuat berdampak besar kedepannya, bahkan dapat menyinggung perkara akhirat karena dosa besar.
Sudah seharusnya kita berhati-hati dalam melakukan apapun, terutama hal-hal sepele, karena hal tersebutlah terkadang yang menyeret umat muslim ke lubang dosa besar. Amatlah bahaya apabila hal-hal tersebut sudah melekat dalam diri seseorang.
Jangan sampai seorang muslim menemani setan di akhirat kelak akibat perkara kecil yang kerap dilakukan sebagai kebiasaan. Berikut tiga perkara sepele, tetapi berdampak dosa besar jika terus dilakukan:
1. GibahPada dasarnya manusia tak luput dari kesalahan dan dosa. Perkara gibah sering dilakukan tanpa dasar yang berawal dari pembicaraan canda gurau, sampai pada akhirnya berujung gibah.
Baca Juga: Tafsir Surat Yunus Ayat 44: Manusia Zalim terhadap Diri SendiriGibah merupakan membicarakan orang lain dengan menodai diri, kemuliaan, kehormatan, orang lain ketika mereka sedang tidak ada di hadapannya. Gibah sendiri hukumnya haram, Allah berfirman dalam surat An-Nur ayat 19:
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.
2. RiyaRiya merupakan perbuatan baik dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari selain Allah. Ini merupakan salah satu penyakit hati dan sifat tercela yang wajib dihindari. Orang riya cenderung memiliki sifat malas kemudian giat jika di tengah-tengah orang banyak, semakin giat beramal bila mendapatkan pujian.
Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 38:
Baca Juga: Jakarta Islamic Centre, Dakwah Mengakar dan Mendunia dari Eks Lokalisasiوَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۗ وَمَن يَكُنِ ٱلشَّيْطَٰنُ لَهُۥ قَرِينًا فَسَآءَ قَرِينًا
Artinya: Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.
3. Membuka aib sendiriAib bisa berupa cerita buruk, pengalaman kelam ataupun sifat jelek yang dimiliki oleh seseorang. Membuka aib sendiri dengan bercerita ke sahabat memang terasa menggeliitik.
Tetapi kita perl tahu bahwa Allah menutupi aib seorang hamba-Nya, lantas mengapa hamba-Nya dengan bangga membongkar aib tersebut. Hal ini merupakan dosa besar meski perbuatan yang dilakukan sangatlah ringan.
“Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah kecuali al Mujaahiriin, yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan (buruk) pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya (berupa perbuatan buruk). Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. “Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh. (HR Bukhari Nomor 6069 dan Muslim Nomor 2990).
Baca Juga: Perkenalkan Budaya Indonesia, UMM Gelar Study Tour Mahasiswa Internasional(zhd)