Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meminta Muhammadiyah mengarap sektor ekonomi, bisnis, dan wirausaha, terutama di bidang industri halal dan pariwisata. Permintaaan ini bukan tanpa alasan, sebab di sektor ini kaum muslimin masih tertinggal.
Kebutuhan akan produk barang dan jasa halal bukan hanya diperuntukkan bagi umat Islam, tapi juga semua orang di seluruh dunia. Industri halal kini menjadi peluang bisnis menjanjikan.
Halal telah menjadi gaya hidup bagi masyarakat. Artinya, produk barang dan jasa halal kini semakin gencar digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Direktur Penjualan dan Distribusi BSI, Anton Sukarna mengatakan, pihaknya akan menyesuaikan berbagai kebijakan dan strategi bisnis yang mengacu pada masterplan.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkot Semarang mendorong pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengurus perizinan pangan industri rumah tangga (Pirt). Saat ini belum banyak pemilik UMKM yang telah memiliki Pirt pada produk pangan mereka.
Wakil Presiden KH Maruf Amin mengajak perguruan tinggi tidak hanya memeriksa kehalalan produk, namun juga ambil bagian menjadi agen literasi sertifikasi halal bagi UMKM.
Pelaku industri fashion sekaligus pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Amy Atmanto, mengatakan industri fesyen muslim Indonesia mampu bersaing di ranah internasional.