Bulan pembuka tahun Hijriah ini sarat makna dan sejarah. Al-Qur'an dan literatur klasik Islam mencatat banyak peristiwa besar terjadi di dalamnya, memperkuat kedudukannya sebagai salah satu bulan paling mulia.
Di balik dua ayat pendek itu, warisan riwayat dan spekulasi tafsir menjelma menjadi lanskap spiritual yang luas yang kehilangan arah dalam memaknai pencapaian sejati.
Sebuah kisah yang tak hanya memuat fragmen spiritual, tetapi juga kritik terhadap kekuasaanyang apabila tak disertai hikmah dan kehati-hatian, bisa melukai keadilan yang diamanahkan Tuhan.
Dari langit, seekor burung menyaksikan takhta mewah yang diduduki seorang ratu. Tapi matanya menangkap lebih dari kemegahan. Ia melihat sujud, bukan kepada Tuhan, melainkan matahari. Nabi Sulaiman pun turun tangan.
Biasanya nabi diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, sedangkan Nabi Isa punya kekhususan. Beliau diangkat menjadi rasul pada usia 30 tahun. Kala itu malaikat Jibril menurunkan kitab Injil kepada beliau.
Kisah Nabi Sulaiman, sosok pemimpin agung dalam Al-Quran yang memiliki mukjizat mengendalikan jin dan angin, menjadi teladan bersyukur bagi umat Islam. Doanya dalam Surat An-Naml ayat 19 mengajarkan pentingnya syukur nikmat kepada Allah meski memiliki kekuasaan luar biasa.
Menurut Ibnu Katsir dalam Dahsyatnya Hari Kiamat, menjelang akhir zaman seluruh Ahli Kitab akan beriman kepada Nabi Isa. Tanda kiamat terbesar adalah terbitnya matahari dari barat, yang menandai tertutupnya pintu tobat dan hijrah bagi umat manusia.
Kisah inspiratif Amir bin Abdillah, seorang tabiin yang mengabdikan hidupnya untuk ibadah dan jihad di jalan Allah. Meski dituduh menyimpang, ketulusan dan kesederhanaannya terbukti. Di Bashrah hingga Syam, ia tetap konsisten beribadah, melayani sesama, dan berjuang hingga akhir hayatnya di Baitul Maqdis.
Perbedaan Nabi dan Rasul terletak pada tugas penyampaian wahyu. Dari 124.000 Nabi, hanya 315 yang menjadi Rasul. Al-Quran mencatat 25 nama yang wajib diimani umat Islam. Nabi Muhammad SAW, sebagai penutup para nabi, menjadi teladan terbaik dalam menjalankan misi ketuhanan.
Aktris Nikita Mirzani terbang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah pada Selasa (15/10/2024) kemarin. Biasanya Nikita memilih umrah seorang diri atau bersama anak.
Siapapun yang pernah merasa sedih bahkan putus asa karena punya banyak masalah yang berasal dari anggota keluarga atau disebut drama keluarga, jangan bersedih