Dede menambahkan bahwa hubungannya dengan Ustad Jeje sangat dekat. Ia pernah dididik langsung oleh Ustaz Jeje selama empat tahun saat menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (STID) Mohammad Natsir Jakarta.
Jelang Muktamar ke-16, ia pun berharap agar eksistensi Persis terus berkembang sehingga membangun karakter umat yang kuat dengan toleransi yang tinggi.
Dalam satu abad ini, sudah seharusnya Persis menemukan bentuk jati diri pendidikan Islam yang ideal guna melahirkan generasi penerus bangsa yang mumpuni dalam seluruh bidang kehidupan.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI) ini memiliki pemahaman Islam yang mendalam dan mumpuni.
Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim.
Hal tersebut ia sampaikan sebab dirinya beberapa kali bertemu secara langsung dengan calon ketum Persis itu. Salah satunya saat satu pesawat pasca-menunaikan ibadah haji.
Ia menjelaskan, persiapan dilakukan dengan sangat baik, mulai dari akomodasi hingga materi yang akan menjadi bahan pada muktamar nanti telah dipersiapkan dengan matang.
Ustaz Haris menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tranformasi bukan dakwahnya, melainkan gerakan dakwah yang fleksibel menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemudian gerakan dakwah juga untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin.
Melalui pendekatan yang instensif, salah satunya dari jajaran Pimpinan Wilayah Persis DKI Jakarta, Ustaz Jeje mulai melunak dan menyatakan kesediaannnya untuk didorong jadi calon Ketua Umum PP Persis pada Muktamar XVI Persis.
Pada dasarnya setiap umat muslim diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tetapi ibadah yang dilakukan semestinya didasarkan atas kecintaan kepada Sang Khalik.
Ketua STAIPI Jakarta ini menjelaskan, berdasarkan hadis tersebut, pada masing-masing mukmin yang lemah ataupun yang kuat itu memiliki kebaikan tersendiri.