Para santri turut diajarkan bagaimana cara berdebat yang baik sesuai dengan kultur di Persis. Menurut dia, debat merupakan suatu hal yang paling seru kala masih menimba ilmu di pesantren tersebut.
Dalam manifestasinya, Persis melakukan purifikasi terhadap ritus yang melenceng dari nilai fundamental Islam. Harakah Tajdid Persis juga memiliki sisi politisnya, dilihat dari banyak kader yang ikut terlibat dalam RUU KUHP.
Rangkaian acara pelantikan diawali dengan tilawah Quran yang dilantunkan oleh Ustaz Maftuh Supriyadi. Selain para tasykil masa jihad 2022-2027, turut hadir mantan Ketum Persis periode 2015-2022, KH Aceng Zakaria.
Menurut Ustaz Teten, seseorang yang bersikap ghuluw dapat disebabkan karena beberapa hal. Di antaranya dikarenakan kekurangan ilmu dan tidak memahami hakikat agama serta rasa fanatisme yang berlebihan dalam beragama.
Ustaz Jeje mengatakan, dirinya ingin membangun kepemimpinan berfondasi pelayanan umat bukan ingin dilayani umat, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Untuk membersihkan harta, lanjut Ustaz Jeje, umat Islam wajib menginfakkan atau berzakat dari sebagian hartanya. Supaya kencendrungan negatif dari harta yang diperoleh dapat hilang sehingga mendatangkan sebuah keberkahan.
Dede menambahkan bahwa hubungannya dengan Ustad Jeje sangat dekat. Ia pernah dididik langsung oleh Ustaz Jeje selama empat tahun saat menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Da'wah (STID) Mohammad Natsir Jakarta.
Jelang Muktamar ke-16, ia pun berharap agar eksistensi Persis terus berkembang sehingga membangun karakter umat yang kuat dengan toleransi yang tinggi.
Dalam satu abad ini, sudah seharusnya Persis menemukan bentuk jati diri pendidikan Islam yang ideal guna melahirkan generasi penerus bangsa yang mumpuni dalam seluruh bidang kehidupan.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin mengungkapkan bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam (SBPI) ini memiliki pemahaman Islam yang mendalam dan mumpuni.
Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim.
Hal tersebut ia sampaikan sebab dirinya beberapa kali bertemu secara langsung dengan calon ketum Persis itu. Salah satunya saat satu pesawat pasca-menunaikan ibadah haji.